Fatimah, Safina Nada (2025) Penerapan Kurikulum Merdeka dan Peran Guru Dalam Mengatasi Krisis Pembelajaran (Learning Loss) Pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X SMA N 4 Purwokerto. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Cover Safina Nada Fatimah.pdf
File Pdf (3MB)
Bab I Safina Nada Fatimah.pdf
File Pdf (733kB)
Bab II Safina Nada Fatimah.pdf
File Pdf (819kB)
Bab III Safina Nada Fatimah.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (731kB)
Bab IV Safina Nada Fatimah.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (839kB)
Bab V Safina Nada Fatimah.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (721kB)
Dapus Safina Nada Fatimah.pdf
File Pdf (795kB)
Lampiran Safina Nada Fatimah.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Abstract
Kurikulum Merdeka, mengutamakan konsep “Merdeka Belajar” bagi peserta didik. Kurikulum merdeka dibuat karena kebutuhan kompetensi dan penggunaan teknologi di zaman. Dalam penerapan kurikulum merdeka, krisis pembelajaran akan tetap ada yang dimana bukan hanya pada saat pandemi namun hingga saat ini krisis pembelajaran tetap ada. Peran guru dalam penerapan kurikulum merdeka sangat dibutuhkan terutama untuk mengatasi krisis pembelajaran. Penggunaan teknologi yang semakin canggih dan program pemerintah sangat dibutuhkan dalam penerapan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka di terapkan pada sekolah yang menjadi tujuan penelitian yaitu SMA N 4 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah penerapan kurikulum merdeka yang sudah cukup baik di SMA N 4 Purwokerto. Kedua, Inovasi yang dilakukan guru sejarah berbagai macam bentuk dan jenisnya tentunya setiap guru memiliki ciri khas dan caranya masing-masing untuk melakukan inovasi dalam kurikulum merdeka untuk mengatasi krisis pembelajaran yaitu dengan mengedepankan interaktif antara guru dan peserta didik, melakukan kegiatan pembelajaran yang dapat membuat kreativitas peserta didik meningkat seperti membuat miniatur zaman batu, mading. Kendala tentunya ada dalam pembelajaran sejarah untuk mengatasi krisis pembelajaran namun tentunya guru mempunyai upaya dalam mengatasi kendala tersebut. Kendala yang ada seperti ketersediaan sumber belajar, perkembangan teknologi, perubahan pusat pembelajaran. Guru memiliki upaya untuk mengatasi hal tersebut seperti guru perlu meningkatkan kompetensi pengetahuan tentang kurikulum merdeka, memanfaatkan teknologi, adanya kolaborasi antar guru di sekolah.
| Dosen Pembimbing: | Nugroho, Arifin Suryo and Kosasih, Asep Daud | nidn0616098502, nidn0618036801 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Kurikulum merdeka,peran guru, krisis pembelajaran (learning loss), mata pelajaran sejarah |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah S1 |
| Depositing User: | Agus Imam |
| Date Deposited: | 20 Feb 2025 00:23 |
| Last Modified: | 20 Feb 2025 00:23 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/17912 |
