AYUNINGTYAS, SASKIA (2019) TUTURAN IMPERATIF DALAM FILM JEMBATAN PENSIL KARYA HASTO BROTO TAHUN 2017. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (679kB)
BAB II.pdf
Download (867kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (674kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (663kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (612kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (841kB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Tuturan Imperatif dalam Film Jembatan Pensil Karya
Hasto Broto Tahun 2017”, bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pragmatik
imperatif yang terdapat dalam film Jembatan Pensil Karya Hasto Broto Tahun 2017.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa
tuturan-tuturan kalimat tokoh dalam film Jembatan Pensil Tahun 2017. Sumber data
dalam penelitian ini yaitu film Jembatan Pensil Tahun 2017. Tahap penelitian dibagi
menjadi tiga yaitu penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data.
Pada tahap penyediaan data, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik dasar
sadap, dan teknik lanjutannya yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik
rekam (unduh), dan teknik catat. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan
metode agih dan metode padan pragmatis. Pada tahap penyajian hasil analisis data,
peneliti menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian,
maka diperoleh hasil sebagai berikut: mengandung lima belas makna pragmatik
imperatif dengan jumlah keseluruhan 97 data. yang meliputi: (1) perintah (2) suruhan
(3) permintaan (4) permohonan (5) desakan (6) bujukan (7 imbauan (8) ajakan (9)
permintaan izin (10) mengizinkan (11) larangan (12) harapan (13) umpatan (14)
pemberian ucapan selamat dan (15) anjuran. Dari kelima belas makna pragmatik
imperatif tersebut, yang sering muncul adalah tuturan yang mengandung makna
pragmatik imperatif perintah sebanyak lima belas data. Selain itu juga, terdapat dua
makna pragmatik imperatif yang tidak ditemukan dalam film yaitu tuturan yang
mengandung makna pragmatik imperatif persilaan dan tuturan yang mengandung
makna pragmatik imperatif “ngelulu”.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dra. Isnaeni Praptanti, M.Pd., |
| Uncontrolled Keywords: | tuturan, makna pragmatik imperatif, film Jembatan Pensil tahun 2017 |
| Subjects: | P Language and Literature > PK Indo-Iranian |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 |
| Depositing User: | Users 144 not found. |
| Date Deposited: | 07 Jan 2020 03:33 |
| Last Modified: | 13 Jun 2024 06:34 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/9770 |
