DEWI, MEINAR KUMALA (2015) AKTIVITAS PENGHAMBATAN PROLIFERASI SEL KANKER SERVIKS OLEH FRAKSI HEKSANA BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.). S3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
Meinar Kumala Dewi COVER.pdf

Download (889kB)
Text
Meinar Kumala Dewi BAB I.pdf

Download (583kB)
Text
Meinar Kumala Dewi BAB II.pdf

Download (775kB)
Text
Meinar Kumala Dewi BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (783kB)
Text
Meinar Kumala Dewi BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB)
Text
Meinar Kumala Dewi BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (576kB)
Text
Meinar Kumala Dewi DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (720kB)
Text
Meinar Kumala Dewi LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penyakit kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian
peringkat pertama pada wanita di Indonesia. Pencarian sumber obat baru untuk
menghasilkan senyawa antikanker dari bahan alam terus dilakukan. Salah satu
sumbernya yaitu biji kecipir yang merupakan keluarga Fabaceae mengandung
isoflavonoid, vitamin, mineral, dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi heksana biji Psophocarpus tetragonolobus
L. terhadap sel kanker serviks HeLa, untuk mengetahui hambatan proliferasi, dan
mengetahui mekanisme kematian sel melalui induksi apoptosis.Percobaan
dilakukan dengan cara serbuk biji kecipir diekstraksi secara maserasi
menggunakan penyari metanol dan dihidrolisis dengan HCl, lalu difraksinasi
dengan heksana. Penelitian ini menggunakan fraksi heksana biji kecipir dalam
konsentrasi serial yaitu 1000 µg/ml, 500 µg/ml, 250 µg/ml, 62,5 µg/ml, 31,25
µg/ml, dan 15,625 µg/ml. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT (3-
(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide). Uji proliferasi
menggunakan metode doubling time dengan waktu 0, 24, 48 dan 72 jam
menggunakan fraksi biji kecipir sebanyak 250 µg/ml, 500 µg/ml, dan 1000 µg/ml.
Uji apoptosis menggunakan metode double staining dengan pengecatan acridine
orange-ethidium bromide. IC50 (inhibitory concentration) fraksi heksana biji
kecipir dan doxorubicin masing – masing adalah 667 µg/ml dan 802,5 µg/ml.
Pada uji proliferasi diperoleh penghambatan hingga jam ke-72, yang
menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi semakin besar pula menghambat
proliferasi. Uji apoptosis diduga melalui mekanisme apoptosis, namun pada
penelitian ini belum dapat mendeteksi apoptosis pada tahap yang lengkap.
Kesimpulan yang diperoleh yaitu raksi heksana biji kecipir dapat menghambat
pertumbuhan sel kanker serviks HeLa dengan aktivitas lebih tinggi dibandingkan
dengan doxorubicin yang ditunjukkan dengan nilai IC50. Uji proliferasi
menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi semakin besar pula dalam
menghambat proliferasi. Fraksi heksana biji kecipir juga mampu menginduksi
apoptosis.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (S3)
Additional Information: 1. Binar Asrining Dhiani, S.Farm., M.Sc., Apt 2. Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Biji kecipir, Psophocarpus tetragonolobus L., sel kanker serviks HeLa, proliferasi sel.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Roni Purwanto
Date Deposited: 29 Jan 2019 04:19
Last Modified: 04 Jul 2024 03:58
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8512

Actions (login required)

View Item
View Item