CAHYONO, . (2013) ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENGGIGIL PADA PASIEN PASCA SECSIO SECAREA DI RUANG PEMULIHAN IBS RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
CAHYONO COVER.pdf
Download (586kB)
CAHYONO BAB I.pdf
Download (514kB)
CAHYONO BAB II.pdf
Download (586kB)
CAHYONO BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (544kB)
CAHYONO BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (557kB)
CAHYONO BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (498kB)
CAHYONO DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (497kB)
CAHYONO LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (539kB)
Abstract
Latar Belakang: Tindakan bedah Secsio sesarea (SC) mempunyai efek/kompliasi pasca pembedahan diantaranya adalah menggigil. Menggigil adalah aktivitas otot secara menyeluruh sebagai mekanisme tubuh untuk meningkatkan temperatur inti. Beberapa faktor risiko yang memungkinkan timbulnya menggigil pasca operasi antara lain hipotermia intraoperatif, refleks spinal, berkurangnya aktivitas simpatis, supresi adrenal, pengeluaran pirogen, nyeri dan alkalosis metabolik.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian menggigil pada pasien pasca secsio secarea di Ruang Pemulihan IBS RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitic. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pasca secsio secarea di Ruang Pemulihan IBS RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2012 sebanyak 175 orang dan diambil sampel sebanyak 64 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chji Square.
Hasil Penelitian: Karakteristik pasien pasca SC berdasarkan usianya sebagian besar berusia 20-35 tahun sebanyak 41 orang (64,1%), paritasnya sebagian besar primipara sebanyak 52 orang (81,3%), indikasi SC sebagian besar karena faktor ibu sebanyak 53 orang (82,8%), dan status gizinya sebagian besar normal sebanyak 52 orang (81,3%). Nomer jarum tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian menggigil pada pasien pasca secsio secarea dengan p value = 0,610 > (0,05). Ketinggian blok tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian menggigil pada pasien pasca secsio secarea dengan p value = 0,061 > (0,05). Suhu intraoperatif berpengaruh signifikan terhadap kejadian menggigil pada pasien pasca secsio secarea dengan p value = 0,021 < (0,05).
Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian menggigil pada pasien pasca secsio secarea adalah suhu intraoperatif sedangkan nomer jarum dan ketinggian blok tidak berpengaruh signifikan.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Ns.Wakhyu Ikka Setyarini, M.Kep., Sp.Mat. dan Sodikin A. M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Suhu Intraoperatif; Nomer Jarum; Ketinggian Blok; Menggigil; SC; |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Riski Wismana |
| Date Deposited: | 26 Jan 2017 02:17 |
| Last Modified: | 03 Jul 2024 03:21 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/513 |
