Firyal, Safina Afra (2026) Pengaruh Spesies dan Jenis Pelarut (Air, Etanol 30%, dan 50%) Terhadap Kadar Flavonoid, Fenolik, Tanin, dan Aktivitas Antioksidan Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth. dan Cosmos Sulphureus Cav.) Dengan Metode DPPH dan FRAP. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Cover SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Download (2MB)
Bab I SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Download (868kB)
Bab II SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Download (1MB)
Bab III SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab IV SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab V SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (830kB)
Dapus SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Download (862kB)
Lampiran SAFINA AFRA FIRYAL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth. dan Cosmos sulphureus Cav.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, fenolik, dan tanin, yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Namun pengaruh variasi jenis pelarut dan perbedaan spesies daun kenikir terhadap kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan masih terbatas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan menggunakan infusa, ekstrak etanol 30%, dan etanol 50% dari daun kenikir C. caudatus dan C. sulphureus. Penetapan kadar flavonoid, fenolik, dan tanin total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan FRAP. Analisis statistik kadar metabolit sekunder menggunakan Kruskal-Wallis, sedangkan aktivitas FRAP dianalisis dengan ANOVA two-way. Untuk aktivitas antioksidan DPPH dianalisis secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap seluruh kadar metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan FRAP (p<0.05), sedangkan perbedaan spesies hanya signifikan pada kadar fenolik total (p=0.005). Ekstrak etanol 50% C. caudatus menghasilkan kadar flavonoid sebesar 38.897,86 ± 182,6 μg QE/g dan tanin sebesar 102.255,76 ± 496,87 μg GAE/g, sedangkan C. sulphureus menunjukkan kadar fenolik 92.120,62 ± 257,09 μg GAE/g serta aktivitas antioksidan paling kuat (IC50 15,6364 μg/ml dan FRAP value 301.964,29 ± 2.678,57 μg QE/g). Kesimpulan : Etanol 50% merupakan pelarut paling optimal dalam menghasilkan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan daun kenikir.
| Dosen Pembimbing: | Rahayu, Wiranti Sri and Dhiani, Binar Asrining | nidn0616087701, nidn0614018201 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Cosmos caudatus Kunth.; Cosmos sulphureus Cav.; flavonoid; fenolik; tanin; aktivitas antioksidan; DPPH; FRAP |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Agus Imam |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 08:42 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 08:42 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/19109 |
