Setiyaningsih, Agnes (2026) Pemantauan Efek Samping dan Interaksi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Dalam Pengobatan Pasien Tuberkulosis (TB) di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat (Kelas A) Purwokerto. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
cover Agnes Setiyaningsih.pdf
Download (2MB)
Bab I Agnes Setiyaningsih.pdf
Download (795kB)
Bab II Agnes Setiyaningsih.pdf
Download (914kB)
Bab III Agnes Setiyaningsih.pdf
Restricted to Registered users only
Download (805kB)
Bab IV Agnes Setiyaningsih.pdf
Restricted to Registered users only
Download (944kB)
Bab V Agnes Setiyaningsih.pdf
Restricted to Registered users only
Download (782kB)
Dapus Agnes Setiyaningsih.pdf
Download (924kB)
Lampiran Agnes Setiyaningsih.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang : Penggunaan OAT dalam jangka waktu lama berpotensi menimbulkan efek samping obat (ESO) serta interaksi obat yang dapat memengaruhi keamanan dan keberhasilan terapi. Kejadian ESO dan interaksi obat perlu dipantau secara sistematis untuk mencegah terjadinya gangguan kepatuhan pengobatan dan komplikasi klinis. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kohort. Data diperoleh dari rekam medis dan wawancara pasien TB. Penilaian ESO dilakukan menggunakan Skala Naranjo, sedangkan potensi interaksi obat dinilai menggunakan DIPS, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat 252 kejadian ESO aktual, dengan manifestasi paling sering berupa perubahan warna urin menjadi merah, mual, penurunan nafsu makan, dan hipertensi. Berdasarkan Skala Naranjo, ESO paling banyak termasuk dalam kategori probable sebanyak 147 kejadian (58,3%) dan possible sebanyak 105 kejadian (41,7%), tanpa ditemukan kategori definite. Rifampisin merupakan OAT yang paling sering berhubungan dengan kejadian ESO, diikuti oleh isoniazid, pirazinamid, dan etambutol. Penilaian interaksi obat menggunakan DIPS menunjukkan dari 262 kejadian interaksi obat yang teridentifikasi, sebagian besar termasuk kategori doubtful (98,5%), sedangkan kategori possible ditemukan pada 4 kejadian (1,5%). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan OAT berpotensi menimbulkan ESO, namun sebagian besar memiliki hubungan kausalitas yang cukup kuat dan probabilitas interaksi obat yang rendah. Pemantauan ESO dan interaksi obat secara berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB.
| Dosen Pembimbing: | Juwita, Dina Ratna and Prasuma, Galar Sigit | nidn0624028801, nidn0602099601 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis, Obat Anti Tuberkulosis, Efek Samping Obat, Algoritma Naranjo, DIPS |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Agus Imam |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 01:18 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 01:18 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/18773 |
