NABILAH, NABILAH (2020) DISONANSI KOGNITIF PADA NARAPIDANA (STUDI FENOMENOLOGIS PADA PELAKU SEXUAL ABUSE). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
Cover NABILAH_1607010085.pdf

Download (1MB)
Text
Bab I NABILAH_1607010085-2.pdf

Download (976kB)
Text
Bab II NABILAH_1607010085-3.pdf

Download (962kB)
Text
Bab III NABILAH_1607010085-4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (935kB)
Text
Bab IV NABILAH_1607010085-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
Bab V NABILAH_1607010085-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (855kB)
Text
Daftar Pustaka NABILAH_1607010085-7.pdf

Download (938kB)
Text
Lampiran NABILAH_1607010085-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki data kasus pencabulan yang cukup memprihatinkan, tercatat dari 17 kasus kekerasan 12 kasus diantaranya adalah kasus pencabulan (Din, April, 10, 2019).
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap disonansi kognitif pada pelaku sexual abuse dan bagaimana disonansi kognitif terjadi pada pelaku sexual abuse. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Kredibilitas yang digunakan pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah subjek T mengatakan ia dipenjara sebab mengonsumsi konten seksual, menyalahkan pelapor yang dianggap tidak menyukai partisipan, menyalahkan temannya yang juga menyebabkannya dipenjara, lebih merasa bersalah keorang tua sebab dipenjara dan merasa malu, terpaksa mengaku salah daripada babak belur jika tidak mengaku dan merasa melakukan seks atas dasar suka sama suka meskipun partisipan juga menyadari sempat memaksa korban serta berhubungan dalam keadaan mabuk dan partisipan menyadari perilaku tersebut adalah hal yang salah serta mengakui kasusnya adalah pemerkosaan sebab tanpa persetujuan orang tua korban. Subjek S membuat korban dalam keadaan mabuk sebelum diajak berhubungan, merasa melakukan atas dasar suka sama suka namun mengakui dalam keadaan mabuk tersebut korban sempat menolak, perbuatan tersebut diakui partisipan sebagai hal yang tidak wajar, pasrah atas kasus yang menimpanya meskipun masih merasa tidak terima sebab dilaporkan dan merasa baiknya menikah dulu sebelum melakukan seks agar tidak jelek dilingkungan. Ketiga subjek memiliki pemahaman untuk menikahi korban sebagai bentuk pertanggungjawaban disebabkan oleh budaya yang dianut dilingkungan ketiga subjek sehingga pemikiran untuk menikahi korban menjadi konsonan dan menyelesaikan kasus, meskipun menyadari perbuatannya adalah salah dan menyalahkan warga yang dianggap bodoh sebab tidak melek hukum Ketiga subjek mengurangi disonansi yang dirasakan selama dilapas yaitu dengan mengubah perilaku untuk melakukan solat dan berdzikir, dan menjadikan kasus yang menimpanya sebagai proses pendewasaan diri sehingga menjadikan konsonan untuk menjalani masa tahanan.

Dosen Pembimbing: Septiningsih, Dyah Siti | unspecified
Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: disonansi kognitif, sexual abuse, disonansi kognitif pada pelaku sexual abuse
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi S1
Depositing User: Agus Imam
Date Deposited: 04 Aug 2022 07:59
Last Modified: 14 Nov 2024 02:12
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/13304

Actions (login required)

View Item
View Item