Arlian, Ainun Nisa (2018) FORMULASI SHAMPO ANTIKETOMBE KOMBINASI EKSTRAK HERBA SELEDRI (Apium graveolens Linn.) DENGAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Pityrosporum ovale. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER.pdf
File Pdf (1MB)
BAB I.pdf
File Pdf (728kB)
BAB II.pdf
File Pdf (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (867kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (879kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (267kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (849kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
Abstract
Ketombe adalah suatu keadaan dimana terjadi perubahan pada lapisan stratum
korneum di kulit kepala yang diderita oleh 50% dari populasi di dunia. Bahan
alam yang dapat digunakan sebagai antiketombe, diantaranya adalah seledri
(Apium graveolens Linn.) dan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.).
Seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin, minyak atsiri, flavon-glukosida
(apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagine, zat pahit, vitamin A, vitamin B, dan
vitamin C. Daun pandan wangi mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin,
dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan shampo dari
kombinasi ekstrak seledri dan daun pandan wangi serta evaluasi daya hambatnya
terhadap Pityrosporum ovale. Penelitian menggunakan 6 formulasi shampo
dengan berbagai kombinasi konsentrasi, yaitu kontrol negatif (F1); 10% S (herba
seledri) (F2); 10% P (daun pandan wangi) (F3); 5% S : 5% P (F4); 7,5% S : 2,5%
P (F5); 2,5% S : 7,5% P (F6). Uji sifat fisik shampo terdiri dari uji organoleptis,
pengukuran pH, uji tinggi busa, dan uji viskositas serta dilakukan uji aktivitas
shampo terhadap jamur Pityrosporum ovale. Shampo yang telah dibuat stabil
dalam 4 minggu penyimpanan dapat dilihat dari uji organoleptis, pH dan
viskositas. Kemampuan membusa tergolong sangat baik karena menghasilkan
tinggi busa lebih dari 10 mL. Uji aktivitas shampo menunjukan bahwa F3
mempunyai zona hambat terbesar. Kemudian analisis data menggunakan Anova
menunjukan nilai sig. 0,000 (p<0,05), sehingga dapat dikatakan terdapat
perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Selanjutnya dilakukan uji BNT
dengan taraf kepercayaan 95% yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antara F2-F6 dengan kontrol positif, namun memberikan perbedaan
yang siginifikan terhadap kontrol negatif. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu
kombinasi ekstrak seledri dan pandan wangi dapat dibuat menjadi sediaan shampo
dan dapat memberikan aktivitas terhadap Pityrosporum ovale
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Tugas Akhir Mahasiswa (S1) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Dr. Pri Iswati Utami, M.Si., Apt. dan Ibu Erza Genatrika, M.Sc., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | shampo, herba seledri, daun pandan wangi, pityrosporum ovale |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Users 144 not found. |
| Date Deposited: | 22 Jul 2019 02:49 |
| Last Modified: | 12 Jun 2024 00:57 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8819 |
