YULIANI, KHIQMAH (2018) ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO DENGAN OUTCOME KEKAMBUHAN DAN KETAHANAN HIDUP. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Khiqmah Yuliani_JUDUL.pdf
File Pdf (918kB)
Khiqmah Yuliani_BAB I.pdf
File Pdf (610kB)
Khiqmah Yuliani_BAB II.pdf
File Pdf (810kB)
Khiqmah Yuliani_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (674kB)
Khiqmah Yuliani_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (790kB)
Khiqmah Yuliani_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (603kB)
Khiqmah Yuliani_DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (610kB)
Khiqmah Yuliani_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (17MB)
Abstract
Analisis efektivitas biaya (AEB) merupakan salah satu kajian farmakoekonomi untuk membandingkan dua atau lebih intervensi kesehatan yang memberikan besaran efek berbeda, AEB diperlukan untuk mengetahui terapi mana yang paling cost effective pada pasien kanker payudara rawat inap RSUD Prof. DR Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui cost effectiveness terapi yang digunakan pada pengobatan pasien kanker payudara rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. mengetahui kekambuhan dan ketahanan hidup pasien kanker payudara yang mendapat terapi. Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional. Rancangan yang digunakan adalah Cross sectional dengan pendekatan retrospektif. 96 sampel yang digunakan untuk outcome kekambuhan dan ketahanan hidup sebanyak 35 pasien. Total rata-rata biaya pada kelompok kemoterapi+antibodi monoklonal dan kemoradiasi+hormon jauh berbeda yaitu Rp.179.565.000 dan Rp.78.555.000 dengan efektivitas atau outcome klinis hampir sama yaitu memiliki ketahanan hidup pasien sekitar 12 bulan. Pada 4 kelompok terapi, terapi dengan kemoterapi memiliki total biaya yang paling rendah yaitu Rp. 36.201.000 sehingga dijadikan sebagai pembanding dan kemoterapi+antibodi monoklonal memiliki total biaya paling besar yaitu Rp. 179.565..000. Penelitian ini belum dapat menjawab cost effectiveness tiap kelompok terapi namun hanya dapat memberi gambaran perbandingan penambahan biaya apabila beralih dari pengobatan dengan kelompok kemoterapi ke kelompok lainnya. Berdasarkan dari hasil ICER diperoleh penambahan biaya paling tinggi yaitu pada kelompok terapi kemoterapi+antibodi monoklonal yaitu untuk menggunakan terapi kemoterapi+antibodi monoklonal terdapat penambahan biaya sekitar Rp.47.788.000 untuk setiap pasien yang tidak kambuh dan Rp.81.042.400 untuk outcome ketahanan hidup. Secara umum kekambuhan pasien sebesar 65,7% kambuh dan 34,3% tidak kambuh dan ketahanan hidup pasien sekitar 10,571 bulan.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Much. Ilham Aji N. Wibowo, M.P.H., Apt. dan Didik Setiawan, Ph.D., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | Kanker Payudara; Terapi; Cost Fffectivenes |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Bandriyah . |
| Date Deposited: | 04 Feb 2019 03:25 |
| Last Modified: | 04 Feb 2019 03:25 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8536 |
