MAJDAH, LU’LU’ (2016) PENGARUH PENAMBAHAN DIMETHYL SULFOXIDA (DMSO) KE DALAM MEDIUM DEHIDRASI TERHADAP KEBERHASILAN KRIOPRESERVASI EMBRYO KELAPA (Cocos nucifera L.) BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Download (913kB)
BAB I_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Download (651kB)
BAB II_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Download (824kB)
BAB III_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (721kB)
BAB IV_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (614kB)
DAFTAR PUSTAKA_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Download (745kB)
LAMPIRAN_LU'LU' MAJDAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (579kB)
Abstract
Kriopreservasi merupakan teknik penyimpanan plasma nutfah jangka
panjang menggunakan suhu ultra rendah (-196 0 C) yang dapat digunakan sebagai
back up konservasi plasma secara konvensional. Upaya aplikasi teknik
kriopreservasi untuk penyimpanan plasma nutfah kelapa telah banyak dilakukan,
namun tingkat keberhasilan masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah belum
ditemukannya teknik dehidrasi yang mampu menurunkan kadar air sel tanpa
diikuti oleh rusaknya sel selama proses dehidrasi maupun penyimpanan plasma
pada suhu ultura rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan dimethyl sulfoxida (DMSO) ke dalam medium dehidrasi terhadap
keberhasilan kriopreservasi embryo kelapa (Cocos nucifera L). Bahan yang
digunakan dalam penelitian ini yakni embryo kelapa dewasa berasal dari
Kabupaten Banyumas. Setelah diisolasi dan disterilisasi, embryo didehidrasi
dengan menggunakan medium cair hibrid embryo culture ( HEC ; Rillo et al.,
2004) dengan penambahan 15 % glicerol dan 3,33 M glukosa serta 5 %, 10 %
atau 15 % DMSO. Dehidrasi dilakukan selama 18 atau 24 jam di dalam laminar
air flow cabinet. Sebagai kontrol digunakan medium dehidrasi tanpa penambahan
DMSO. Setelah dehidrasi, embryo dimasukkan ke dalam cryovial dan disimpan
dalam nitrogen cair (suhu -196 0C) selama 2–3 jam dan kemudian dimasukkan ke
waterbath bersuhu 40 0C selama 3 menit sebelum dilakukan uji perkecambahan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada embryo non-dehidrasi tingkat kelulus
hidupan dan embryo normal cukup tinggi (90% ) dan mengalami penurunan
hingga 50% dan embryo normal hanya sekitar 10% setelah dehidrasi. Namun
demikian, dehidrasi mampu meningkatkan kelulus hidupan dan embryo yang
berkecambah normal setelah penyimpanan. Penambahan DMSO kedalam
medium dehidrasi juga diketahui tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar air
embryo baik pada embryo yang didehidrasi dengan penambahan DMSO maupun
tanpa penambahan DMSO. Pada pelakuan dehidrasi selama 18 jam dengan
penambahan DMSO pada medium dehidrasi tidak mampu meningkatkan kelulus
hidupan dan embryo yang berkecambah normal yakni hanya sekitar 50% embryo
bertahan hidup dan hanya 10% diantaranya berkecambah normal. Hasil yang
hampir sama diperoleh setelah embryo didehidrasi selama 24 jam dengan
penambahan DMSO yakni tidak terjadi peningkatan persentase kelulus hidupan
embryo. Meskipun demikian terjadi peningkatan embryo yang berkecambah
normal pada perlakuan penambahan 10% DMSO yakni sebanyak 25% embryo
mampu berkecambah normal.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Sisunandar, Ph.D. dan Arief Husin.,M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Dehidrasi, DMSO, Embryo Kelapa, Kriopreservasi |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 25 Feb 2017 08:31 |
| Last Modified: | 05 Nov 2024 06:52 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/850 |
