HAMBALDA, IKO (2018) PENERAPAN PROSEDUR TEKNIK TERAPI GERAK SENAM AEROBIC LOW IMPACT UNTUK MENGURANGI KEKAKUAN OTOT PADA PASIEN HALUSINASI. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
IKO HAMBALDA COVER.pdf
File Pdf (1MB)
IKO HAMBALDA BAB I.pdf
File Pdf (598kB)
IKO HAMBALDA BAB II.pdf
File Pdf (755kB)
IKO HAMBALDA BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (598kB)
IKO HAMBALDA BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (726kB)
IKO HAMBALDA BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (588kB)
IKO HAMBALDA DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (588kB)
IKO HAMBALDA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Halusinasi adalah persepsi klien yang salah terhadap
lingkungan tanpa stimulus yang nyata, memberi persepsi yang salah dan
hilangnya kemampuan manusia untuk membedakan rangsang internal pikiran
dan rangsang eksternal. Penderita halusinasi dapat mengalami perbaikan tetapi
sembuh atau tidaknya belum dapat diketahui, Satu-satunya jalan untuk
mengendalikan gejala adalah dengan menggunakan obat Antipsikotik yang di
resepkan oleh Dokter. Meskipun efektif mengatasi gejala halusinasi, obat ini
menimbulkan beberapa efek samping seperti; kekakuan otot, gerakan kaku
seperti robot. Terapi gerak Senam Aerobic Low Impact adalah terapi aktivitas
yang dapat meningkatkan kebugaran secara menyeluruh baik fisik, mental dan
sosial terapi gerak juga untuk mengurangi kekakuan otot dan untuk
menurunkan efek samping obat pada pasien halusinasi.
Tujuan: Karya tulis ilmiah bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh
terapi gerak senam aerobic low impact untuk mengurangi kekakuan otot pada
pasien halusinasi di instalasi Jiwa RSUD BANYUMAS
Metode: Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode wawancara dan
pengukuran skala otot MMT dengan lembar pengukuran sebelum dan sesudah
dilakukan intervensi. Karya tulis ilmiah ini dilakukan pada tanggal 9-12 Juli
2018 dengan 2 jumlah responden
Hasil: Hasil penerapan terapi gerak senam aerobic low impact diperoleh
jumlah skala kekuatan otot dengan menggunakan MMT sebelum diberikan
intervensi pada 2 responden jumlah skala kekuatan otot didapatkan niali 4
yang berarti menahanan dorongan dengan minimal. Hasil pemberian sesudah
dilakukan terapi di dapatkan nilai 5 yang berarti dapat menahan dorongan
dengan maksimal.
Kesimpulan: Ada pengaruh peningkatan kekuatan otot pada pasien halusinasi
yang mengalami kekakuan otot.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (D3) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Ns. Siti Nurjanah, S.Kep,M.Kep., Sp.Kep.J |
| Uncontrolled Keywords: | Terapi gerak, Peningkatan Kekuatan Otot, Halusinasi |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan |
| Depositing User: | Yuni Sri Subkhaini |
| Date Deposited: | 22 Dec 2018 03:34 |
| Last Modified: | 07 Aug 2024 01:25 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8293 |
