MAHDI, RIZKY AULIA (2018) ANALISIS KETAHANAN HIDUP PASIEN CEDERA KEPALA MENURUT JENIS PERDARAHAN OTAK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Rizky Aulia Mahdi COVER.pdf
File Pdf (810kB)
Rizky Aulia Mahdi BAB I.pdf
File Pdf (552kB)
Rizky Aulia Mahdi BAB II.pdf
File Pdf (729kB)
Rizky Aulia Mahdi BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (596kB)
Rizky Aulia Mahdi BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (696kB)
Rizky Aulia Mahdi BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (499kB)
Rizky Aulia Mahdi DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (580kB)
Rizky Aulia Mahdi LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Cedera kepala merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas setelah infark miokard di dunia. Angka kejadian cedera kepala yang
semakin meningkat menyebabkan menurunya produktivitas dan masalah sosial di masyarakat. Selain itu, b
enturan atau kecelakaan pada penderita cedera kepala dapat menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis dan dampak paling buruk adalah kematian.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis perdarahan otak pasien cedera kepala dengan ketahanan hidup.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain kohort retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala dengan jenis perdarahan otak sebanyak 67 responden berdasarkan data rekam medis tahun 2013-2017 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Teknik pengambilan
sampel menggunakan simple random sampling sehingga jumlah sampel penelitian ini adalah 38 responden.
Hasil: Pasien cedera kepala dengan perdarahan subdural berisiko meninggal adalah 1,296 kali (29,6%) dibandingkan perdarahan epidural (HR = 1,296, 95% CI: 0,549-3,056, p = 0,554). Pasien perdarahan subarakhnoid
berisiko meninggal 1,085 kali (8,5%) lebih tinggi dibandingkan pasien perdarahan epidural (HR = 1,085, 95% CI: 0,433-2,717, p = 0,862). Pasien MAP normal berisiko meninggal 1,462 kali (46,2% lebih tinggi) dibandingkan pasien MAP rendah (HR = 1,462, 95% CI: 0,499-4,370, p= 0,497). Pasien MAP tinggi berisiko meninggal 0,891 kali (menurunkan risiko meninggal 10,9%) dibandingkan pasien MAP rendah, (HR = 0,891, 95% CI: 0,235-3,380, p = 0,866). Pasien usia > 36,5 tahun berisiko meninggal 2,095 kali dibandingkan usia < 36,5 tahun (HR = 2,095, 95% CI: 0,989-4,436, p = 0,053).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pasien cedera kepala menurut jenis perdarahan otak dengan ketahanan hidup di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Purwokerto.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | PEMBIMBING: Ns. Asiandi, S.Kep., M.Sc. |
| Uncontrolled Keywords: | kata kunci: Cedera kepala, Jenis perdarahan Otak, Ketahanan Hidup |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Novia Marantika |
| Date Deposited: | 19 Dec 2018 04:09 |
| Last Modified: | 05 Nov 2024 06:39 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8253 |
