Susanti, Ramadhani Kurnia (2015) Analisis Kadar Bioetanol Bonggol Pisang (Musa paradisiaca L.) Varietas Kepok Gembor, Raja Bandung Dan Ampyang Yang Hidup Di Jalur Pantai Selatan Desa Tegal Kamulyan Cilacap Melalui Fermentasi Menggunakan Saccharomyces cerevisiae. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
RAMADHANI KURNIA SUSANTI COVER.pdf
Download (1MB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI BAB I.pdf
Download (603kB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI BAB II.pdf
Download (712kB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (703kB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (591kB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (670kB)
RAMADHANI KURNIA SUSANTI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis, sehingga memerlukan energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Salah satu energi alternatif tersebut adalah bioetanol dari bahan baku yang mengandung pati. Bahan baku yang mengandung pati salah satunya adalah bonggol Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar bioetanol hasil fermentasi bonggol Musa paradisiaca L. varietas kepok gembor, raja bandung, dan ampyang yang hidup di jalur pantai selatan Desa Tegal Kamulyan Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan RAL dengan 3 kali ulang pada setiap varietas. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung = 333,600 > Ftabel = 5,14 (kandungan glukosa) dan Fhitung = 54,222 > Ftabel = 5,14 (kadar bioetanol) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji DMRT menunjukkan ketiga varietas memiliki kandungan glukosa yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan kadar bioetanol yang berbeda nyata. Kandungan glukosa varietas raja bandung, kepok gembor dan ampyang berturut-turut adalah 4%; 2,93%; dan 2,47%. Kadar bioetanol hasil fermentasi glukosa masing-masing varietas raja bandung, kepok gembor dan ampyang adalah 12,15%; 9,09%; dan 8,15%. Dari analisis data tersebut menunjukkan kandungan glukosa suatu bahan akan menentukan kadar bioetanol hasil fermentasi. Perbedaan kandungan glukosa disebabkan oleh kandungan pati setiap varietas berbeda. Perbedaan kandungan pati dapat disebabkan oleh sifat masing-masing varietas dan lingkungan tumbuh, meliputi suhu, pH, kondisi geografis dan unsur hara. Dengan demikian dapat disimpulkan semakin banyak kandungan glukosa suatu bahan akan menentukan kadar bioetanol hasil fermentasi.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Tumisem, M.Si dan Anwar Ma’ruf, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Bioetanol, bonggol, fermentasi, Musa paradisiaca L., Saccharomyces cerevisiae |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1 |
| Depositing User: | Dan Kh |
| Date Deposited: | 23 Dec 2017 06:52 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 07:00 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6400 |
