NUGRAHA, ADWIN BARAJI (2016) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GULMA DENGAN BERBAGAI FREKUENSI APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DAERAH ENDEMIK NEMATODA SISTA KUNING. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
File Pdf (1MB)
BAB I_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
File Pdf (703kB)
BAB II_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
File Pdf (724kB)
BAB III_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (711kB)
BAB IV_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (824kB)
BAB V_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (615kB)
DAFTAR PUSTAKA_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
File Pdf (1MB)
LAMPIRAN_ADWIN BARAJI_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi
ekstrak alang-alang dan babandotan terhadap penekanan serangan NSK terhadap
pertumbuhan dan hasil kentang di daerah endemik NSK.
Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Karangtengah. Kecamatan Batur,
Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan ketinggian tempat (1887-2300 mdpl) dengan
jenis tanah andosol. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan (Mei-Agustus) tahun 2014.
Rancangan percobaan yang digunakkan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang
terdiri dari tujuh (7) perlakuan dan empat (4) ulangan, perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu
faktor pertama jenis gulma yang digunakan untuk membuat ekstrak : G1 (ekstrak alangalang)
dan G2 (ekstrak bandotan). Gulma yang diperlukan dalam pembuatan ekstrak masingmasing
adalah 200 g/l. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi ekstrak gulma pada tanaman :
F0 (tanpa perlakuan = kontrol), F1 (frekuensi aplikasi sebanyak 2 kali pada umur 2 dan 4
mst), F2 (frekuensi aplikasi sebanyak 4 kali pada umur 2, 4, 6 dan 8 mst) dan F3 (frekuensi
aplikasi sebanyak 6 kali pada umur 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 mst).
Ekstrak jenis gulma berpengaruh nyata terhadap diamater batang, dan tidak
berpengaruh nyata terhadap variable pengamatan yang lain. Frekuensi aplikasi ekstrak gulma
berpengaruh nyata terhadap beratumbi/tanaman dan intensitas NSK. Interaksi jenis gulma
dan frekuensi aplikasi ekstrak gulma tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman kentang di daerah endemik NSK. Frekuensi aplikasi ekstrak gulma 4x (F2)
secara nyata dapat menghasilkan umbi kentang lebih berat yaitu menjadi = 446,06 gr
umbi/tanaman dan secara nyata menurunkan intensitas NSK menjadi = 10,63 %.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Ir. Aman Suyadi, MP. dan Dr.Ir Gayuh Prasetyo Budi, MP |
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak gulma, pertumbuhan kentang, Nematoda Sista Kuning |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Perikanan > Agroteknologi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 19 Jan 2017 01:04 |
| Last Modified: | 18 Nov 2024 03:22 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/452 |
