ANGGI SASMITA,, YANUAR (2013) EFEKTIVITAS INFUSA DAUN SIRIH ( Piper betle L . ) UNTUK PENGOBATAN PADA IKAN LELE SANGKURIANG ( Clarias sp.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila. S3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
YANUAR ANGGI SASMITA, COVER.pdf
Download (1MB)
YANUAR ANGGI SASMITA, BAB I.pdf
Download (621kB)
YANUAR ANGGI SASMITA, BAB II.pdf
Download (698kB)
YANUAR ANGGI SASMITA, BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (742kB)
YANUAR ANGGI SASMITA, BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
YANUAR ANGGI SASMITA, BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (615kB)
YANUAR ANGGI SASMITAM, DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (676kB)
YANUAR ANGGI SASMITA, LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas infusa daun sirih (
P betle
L
.
)
untuk pengobatan pada ikan lele sangkuriang (
Clarias
sp
.
) yang terinfeksi bakteri
A.
hydrophila
. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan
menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4
perlakuan
, yaitu P1 (20
ml/L
infusa daun sirih), P2 (25 ml/L infusa daun sirih), P3
(30
ml/L
infusa daun sirih), P4 (kontrol/tanpa pemberian infusa daun sirih),
dengan 4 kali ulangan. Perlakuan berupa pemberian infusa daun sirih secara
rendaman selama 30 menit terhadap ikan yang telah terinfeksi. Infeksi ikan
dilakukan dengan menyuntikkan bakteri
A.
hydrophila
secara
intramuscular
sebanyak 0,1 ml/ekor dengan kepadatan 10
5
CFU/ml. Ikan yang digunakan
berumur 2 bulan, mempunyai panjang 10-12 cm dan berat rata-rata 14 gram.
Pengamatan dilakukan selama 15 hari. Parameter yang diamati terdiri dari
parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama terdiri dari sintasan,
pengamatan gejala klinis, dan proses
recovery
ikan yang terinfeksi. Parameter
pendukung terdiri dari kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut.
Hasil pengukuran sintasan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (
Analysis
of Variance
/ANOVA) pada taraf uji 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata maka
dianalisis lebih lanjut dengan uji
Duncan Multiple Range Test
(DMRT) pada taraf
uji 5%. Hasil pengamatan gejala klinis, proses
recovery,
dan kualitas air dianalisis
secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan infusa daun sirih
tidak efektif dalam meningkatkan sintasan, tetapi cukup efektif dalam
mempercepat proses
recovery
ikan yang terinfeksi. Perlakuan yang memberikan
hasil proses
recovery
terbaik adalah P1, P2, dan P3. Kualitas air selama penelitian
pada kisaran yang optimal, yaitu suhu 28-28,5
o
C, pH 6,6-7
, dan oksigen terlarut
7,6
-8 ppm.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S3) |
| Uncontrolled Keywords: | Aeromonas hydrophila, infusa daun sirih ( Piper betle L . ), lele sangkuriang ( Clarias sp . ), |
| Subjects: | Q Science > QM Human anatomy |
| Depositing User: | Users 145 not found. |
| Date Deposited: | 30 Sep 2017 01:32 |
| Last Modified: | 29 May 2024 02:57 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4435 |
