SHOLIHATI, HIDAYATUN (2015) UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT TRITIP(Plutella xylostella) PADA TANAMAN KUBIS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
HIDAYATUN SHOLIHATI - COVER.pdf
Download (1MB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - BAB I.pdf
Download (523kB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - BAB II.pdf
Download (612kB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (530kB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (508kB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (517kB)
HIDAYATUN SHOLIHATI - LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Kubis merupakan salah satu bahan sayuran yang banyak dibudidayakan dan
dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam budidaya tanaman kubis, terdapat beberapa
kendala yang sering dihadapi oleh petani seperti serangan hama. Salah satu hama
yang ditemukan pada tanaman kubis adalah ulat tritip (Plutella xylostella).
Serangan ulat tritipdapat mengakibatkan kerugian hingga mencapai 50-100%.
Cara pengendalian yang sering dilakukan oleh para petani yaitu menggunakan
pestisida sintetis. Namun, penggunaan pestisida sintetis banyak menimbulkan
dampak negatif. Oleh karena itu, penggunaan pestisida sintetis perlu digantikan
dengan pestisida nabati yang lebih murah dan aman. Daun belimbing wuluh
merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai perstisida nabati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ekstrak daun Belimbing Wuluh
(Averrhoa bilimbi L.) yang efektif dalam mematikan ulat tritip. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Botani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan
Laboratorium Biologi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
pada bulan April-Agustus 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen dan rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah konsentrasi ekstrak daun
belimbing wuluh yaitu 10%, 20%, 30% 40% dan 50% dengan 4 kali ulangan pada
setiap konsentrasi tersebut. Kontrol yang digunakan ada 2 macam yaitu kontrol
positif (menggunakan pestisida sintetis dengan dosis sesuai dengan yang tertera
dikemasan) dan kontrol negatif (tanpa perlakuan). Parameter yang diamati adalah
jumlah kematian ulat tritip dalam jeda waktu 1, 3, 6, 12, 24, 48, dan 72 jam. Data
yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance
(ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada
taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh terendah yang efektivitasnya setara
dengan pestisida prevathon adalah konsentrasi 20%. Namun, ditinjau dari segi
ekonomi, pembuatan ekstrak daun belimbing wuluh memerlukan biaya yang
banyak dan belum layak untuk diaplikasikan oleh petani.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dini Siswani Mulia, S.Pi.,M.Si dan Drs. Arief Husin, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak, daun belimbing wuluh, ulat tritip, pestisida nabati |
| Subjects: | Q Science > QK Botany |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1 |
| Depositing User: | Users 144 not found. |
| Date Deposited: | 16 Jan 2017 01:31 |
| Last Modified: | 06 Feb 2025 07:38 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/401 |
