WULANDARI, MIA (2014) ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.H DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH ( ISK ) DI RUANGAN KANTHIL RSU BANYUMAS. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
MIA WULANDARI COVER.pdf

File Pdf (597kB)
Text
MIA WULANDARI BAB I.pdf

File Pdf (512kB)
Text
MIA WULANDARI BAB II.pdf

File Pdf (527kB)
Text
MIA WULANDARI BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (670kB)
Text
MIA WULANDARI BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (548kB)
Text
MIA WULANDARI BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (505kB)
Text
MIA WULANDARI DAFTAR PUSTAKA.pdf

File Pdf (529kB)
Text
MIA WULANDARI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Infeksi saluran kemih merupakan penyebab demam kedua tersering
setelah infeksi akut saluran napas pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Pada kelompok
ini angka kejadian ISK mencapai 5%. Angka kejadian ISK bervariasi, tergantung umur
dan jenis kelamin. Angka kejadian neonates kurang bulan adalah sebesar 3%, sedangkan
pada neonates cukup bulan 1%. Pada anak kurang dari 10 tahun, ISK ditemukan pada
3,5% anak perempuan dan 1,1% anak lelaki. Kejadian infeksi saluran kemih pada anak
perempuan ialah 3-5%, pada anak laki-laki ialah 1%. Pada umur 1 tahun dan banyak pada
yang tidak kitan. Penyebab infeksi pada perempuan, 75-90% ialah E. coli, kemudian
Klebsiella spp dan Proteus spp.
Tujuan : Mengambarkan hasil kelolaan penulis “Pada An. H dengan Infeksi saluran
kemih ( ISK ) di ruang Kanthil RSUD Banyumas”
Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus dimana data diperoleh dari sumber
informasi wawancara, observasi, dan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan
cara pengkajian dan pemeriksaan fisik. Pengumpulan data dilakukan selama 2 hari,
kemudian dilakukan pengelolaan kasus.
Hasil : Masalah keperawatan yang muncul berdasarkan data yang diperoleh antara lain:
1) Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit 2) Cemas berhubungan dengan
dampak hospitalasi 3) Defisit perawatan diri : mandi berhubungan dengan kendala
lingkungan 4) Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif. Setelah
dilakukan penatalaksanaan asuhan keperawatan sesuai rencana tindakan keperawatan,
masalah keperawatan yang dilakukan masalah hipertermi dan defisiensi pengetahuan
sudah teratasi, namun masalah defisit perawatan diri teratasi sebagian.
Kesimpulan : Dari ketiga diagnosa hipertermi, cemas, defisit perawatan diri, defisiensi
pengetahuan. Terdapat prioritas masalah yaitu hipertermi sudah teratasi.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (D3)
Catatan Mahasiswa ke Admin: Pembimbing: Sodikin, M.Kes
Uncontrolled Keywords: Infeksi saluran kemih ,hipertermi, cemas,defisit,defisiensi pengetahuan
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan
Depositing User: Yuni Sri Subkhaini
Date Deposited: 10 Jul 2017 02:18
Last Modified: 10 Jul 2017 02:18
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/2489

Actions (login required)

View Item
View Item