Khasanah, Mizan Amaliah (2026) Multiplikasi Tunas Pisang Cavendish (Musa acuminata) Pada Berbagai Konsentrasi Thidiazuron Dan Naphtaleine Acetic Acid Secara In Vitro. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Mizan Amaliah Khasanah_Cover.pdf
File Pdf (1MB)
Mizan Amaliah Khasanah_Bab I.pdf
File Pdf (937kB)
Mizan Amaliah Khasanah_Bab II.pdf
File Pdf (1MB)
Mizan Amaliah Khasanah_Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Mizan Amaliah Khasanah_Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Mizan Amaliah Khasanah_Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (929kB)
Mizan Amaliah Khasanah_Daftar Pustaka.pdf
File Pdf (1MB)
Mizan Amaliah Khasanah_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
Abstract
Pisang Cavendish (Musa acuminata) merupakan komoditas ekspor vital, namun perbanyakan konvensional melalui anakan memiliki keterbatasan dalam produktivitas dan risiko penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sitokinin Thidiazuron (TDZ), auksin Naphtaleine Acetic Acid (NAA), serta kombinasi keduanya terhadap multiplikasi tunas pisang Cavendish secara in vitro. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: konsentrasi TDZ (0; 0,1; 0,2; dan 0,3 ppm) dan konsentrasi NAA (0; 0,1; dan 0,2 ppm). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian NAA secara mandiri berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, jumlah tunas, dan persentase muncul tunas. Perlakuan NAA 0,1 ppm (N1) menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik sebesar 11,91 cm, atau meningkat 35,18% dibandingkan kontrol (8,81 cm). Sementara itu, pemberian TDZ berpengaruh nyata hanya pada jumlah tunas, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pertumbuhan lainnya. Hal ini diduga karena sifat sitokinin kuat TDZ yang lebih fokus pada inisiasi pembelahan sel (proliferasi) daripada elongasi jaringan. Interaksi antara TDZ dan NAA tidak menunjukkan pengaruh nyata pada seluruh variabel pengamatan. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua zat pengatur tumbuh tersebut bekerja secara independen (mandiri), dengan pengaruh NAA yang lebih dominan dalam mengatur respons morfofisiologis eksplan pada level konsentrasi yang diuji. Ketidakhadiran interaksi nyata ini juga diduga akibat adanya kompetisi reseptor atau ketidakseimbangan rasio hormon eksogen dan endogen yang menghambat efek sinergis.
| Dosen Pembimbing: | Shofiyani, Anis and Suyadi, Aman | NIDN0621117501, NIDN0010106501 |
|---|---|
| Item Type: | Tugas Akhir Mahasiswa (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Pisang Cavendish, In Vitro, Multiplikasi, Thidiazuron, Naphtaleine Acetic Acid. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Perikanan > Agroteknologi S1 |
| Depositing User: | Catur Indra Himawan |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:22 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:22 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/19197 |
