NURJANAH, RIZKI (2020) PENGARUH OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) PURWOKERTO. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Rizki Nurjanah COVER.pdf
Download (1MB)
Rizki Nurjanah BAB I.pdf
Download (279kB)
Rizki Nurjanah BAB II.pdf
Download (599kB)
Rizki Nurjanah BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (530kB)
Rizki Nurjanah BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (348kB)
Rizki Nurjanah BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (264kB)
Rizki Nurjanah DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (388kB)
Rizki Nurjanah LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Menurut World Health Organization (2019) indonesia merupakan negara dengan peningkatan kasus tuberkulosis tertinggi ke tiga. Pengobatan tuberkulosis dilakukan dengan tujuan menyembuhkan pasien, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi terhadap obat anti tuberkulosis (OAT). Obat anti tuberkulosis (OAT) yang dapat menyebabkan kerusakan hati yaitu isoniazid, rifampisin, dan pyrazinamide. Menurut Association for the Study of Liver Disease (AASLD), kadar Serum Glutamic-pyruvic Transaminase (SGPT) dan Serum Glutamic-oxaloacetic Transaminase (SGOT) merupakan parameter untuk menentukan ada atau tidaknya kerusakan hati dan dianggap sebagai indikator kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obat anti tuberkulosis (OAT) terhadap kadar SGOT dan SGPT pada pasien Tuberkulosis paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Parameter utama yang diukur adalah kadar SGOT dan SGPT pada serum pasien Tuberkulosis paru. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis data kadar SGOT menunjukan nilai signifikansi p = 0,002 (P < 0,05) sedangkan kadar SGPT menunjukan nilai signifikansi p = 0,007 (p < 0,05). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap kadar SGOT dan SGPT pada pasien Tuberkulosis Paru.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing : Tantri Analisawati Sudarsono, S.Si., M.Sc. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Tuberkulosis, SGOT, SGPT, Obat Anti Tuberkulosis (OAT). |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Roni Purwanto |
| Date Deposited: | 05 Jun 2024 02:31 |
| Last Modified: | 26 Nov 2024 01:36 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/17021 |
