RIYANTI, DWI KARTIKA OKTA (2022) KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI COVID-19 DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Dwi Kartika Okta Riyanti_COVER.pdf
Download (1MB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_BAB I.pdf
Download (504kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_BAB II.pdf
Download (424kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (401kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (489kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (245kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (386kB)
Dwi Kartika Okta Riyanti_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Berdasarkan data dari SATGAS COVID-19 angka terkonfirmasi COVID-19 pun cukup tinggi tercatat sudah mencapai 4,23 juta jiwa yang terkonfirmasi dan 143 ribu yang meninggal. Hal ini membuat pemerintah melakukan upaya menekanan agar angka terkonfirmasi COVID-19 tidak terus meningkat. Salah satu caranya yaitu dengan percepatan vaksinasi di tiap-tiap negara yang ada di dunia, termasuk di Indonesia. Pemberian vaksinasi ini tidak lepas dari kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang sering timbul pada beberapa orang. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi COVID-19 di Puskesmas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Banyumas, setiap puskesmas dibutuhkan responden 35 orang. Desain penelitian ini yaitu deskripsi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan responden yang sudah ada di acara vaksinasi di Puskesmas. Hasil penelitian kejadian ikutan pasca imunisasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Kabupaten Banyumas dengan jumlah responden 1400 orang dimana angka kejadian ikutan pasca imunisasi COVID-19 lebih banyak terjadi pada dosis pertama sebanyak 934 orang (66,7%) melaporkan mengalami KIPI dibandingkan pada dosis kedua sebanyak 866 orang (61,9%) melaporkan mengalami KIPI. Angka kejadian ini lebih banyak ditimbulkan oleh vaksin AstraZeneca dan vaksin Pfizer. Kesimpulannya dengan pemberian vaksinasi ini dapat menimbulkan gejala KIPI sehingga dianjurkan dapat melakukan manajemen KIPI (anafilatik kit) untuk menghindari terjadinya gejala KIPI yang serius.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing : Dedy Purwito, S.Kep., M.Sc., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19, Vaksin COVID-19 |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Roni Purwanto |
| Date Deposited: | 02 Feb 2024 02:03 |
| Last Modified: | 07 Jan 2025 02:06 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/16331 |
