WINDARTI, CINTYA (2016) IMUNOGENISITAS Aeromonas hydrophila STRAIN GPl-05, GPd-02, DAN GB-01 DENGAN TEKNIK HEAT KILLED TERHADAP LELE DUMBO (Clarias gariepinus). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
COVER_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf

File Pdf (1MB)
Text
BAB I_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf

File Pdf (627kB)
Text
BAB II_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf

File Pdf (710kB)
Text
BAB III_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (704kB)
Text
BAB IV_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (754kB)
Text
BAB V_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (615kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf

File Pdf (674kB)
Text
LAMPIRAN_CINTYA WINDARTI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (988kB)

Abstract

Penelitian tentang pengendalian penyakit MAS (Motile Aeromonas
Septicemia) oleh bakteri Aeromonas hydrophila terhadap lele dumbo telah banyak
dilakukan, salah satunya dengan vaksin. Metode pembuatan vaksin dapat
dilakukan dengan teknik pemanasan (heat killed). Tujuan dari penelitian ini untuk
mengkaji imunogenisitas bakteri A. hydrophila strain GPl-05, GPd-02, dan GB-01
terhadap lele dumbo dan mengkaji imunogenisitas bakteri A. hydrophila yang
terbaik terhadap lele dumbo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei
2016, di Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Zoologi, Universitas
Muhammadiyah Purwokerto. Metode penelitian menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Parameter utama yang
diamati pada penelitian adalah titer antibodi dan uji reaksi silang, sedangkan
parameter pendukung adalah suhu, pH, dan DO (Dissolved oxygen). Pengamatan
titer antibodi dilakukan menggunakan metode Anderson (1974) selama 5 kali
yaitu minggu ke-0 (sebelum vaksinasi), minggu ke-1 (satu minggu setelah
vaksinasi pertama), minggu ke-2 (satu minggu setelah booster), minggu ke-3 (dua
minggu setelah booster), dan minggu ke-4 (tiga minggu setelah booster). Data
titer antibodi dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (Analysis of
variance/ANOVA), apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji
DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf uji 5% sedangkan uji reaksi
silang dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat perbedaan nyata antar perlakuan vaksin dengan perlakuan non vaksin.
Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan strain GPl-
05, GPd-02, dan GB-01 dapat meningkatkan imunogenisitas lele dumbo ditandai
dengan meningkatnya titer antibodi. Hasil uji reaksi silang menunjukkan ketiga
strain bereaksi positif, sehingga ketiga strain dapat dijadikan kandidat vaksin.
Kualitas air berada pada kisaran optimal yaitu, suhu 26-29oC, pH 6,5-7,3, dan
oksigen terlarut 5,4 – 6,7 mg/l.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (Bachelor)
Catatan Mahasiswa ke Admin: Pembimbing: Dini Siswani Mulia, S.Pi., M.Si dan Drs. Heri Maryanto, M.Si,
Uncontrolled Keywords: Bakteri Aeromonas hydrophila strain GPl-05, GPd-02, GB-01; heat killed; imunogenisitas; lele dumbo
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 29 Mar 2017 08:50
Last Modified: 29 Mar 2017 08:50
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1187

Actions (login required)

View Item
View Item