HASANAH, TRI FATIMATUL (2019) KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SENYAWA COBALT (II) PHTHALOCYANINE UNTUK TERAPI KANKER SECARA FOTODINAMIK. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (636kB)
BAB II.pdf
Download (1MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (765kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (742kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (763kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Kanker merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan tidak
terkendalinya pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal. Dan di Indonesia
pravalensi kanker masih cukup tinggi. Sampai saat ini terapi kanker yang biasa
dilakukan adalah kemoterapi, radiasi dan pembedahan. Ketiga metode
konvensional tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan sehat atau
pembasmian kanker yang tidak tuntas., maka perlu cara pendekatan baru dalam
pengobatan penyakit kanker. Salah satu metode terapi kanker yang baru adalah
terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy atau PDT). Senyawa cobalt (II)
phthalocyaniea merupakan salah satu turunan dari phthalocyanine yang memiliki
struktur tetrapirol makrosiklik dan memiliki puncak penyerapan terkuat sekitar
wilayah 680 nm dan dapat digunakan dalam terapi fotodinamik. Penelitian ini
bertujuan mengetahui karakter fisikokimia Cobalt (II) phthalocyanine yang
mampu dijadikan sebagai obat terapi kanker secara fotodinamik. Dari hasil
penentuan prediksi absorpsi diperoleh nilai log P 4,85 yang menunjukan sifat
lipofil dan data P-gp substrate menunjukan cobalt (II) phthalocyanine akan
dikeluarkan oleh substrat P-gp dari sel sehingga efikasi terhadap sel kanker
berkurang. Kemudian hasil spektrum absorpsi dan absorptivitas molar memiliki
puncak dipita Q1 yaitu pada λ 658,50 nm dengan nilai ε sebesar 5.430 sehingga
efektif digunakan untuk eksitasi fotosensitizer dengan konsentrasi yang lebih
rendah. Hasil uji Фᴧ menunjukan 1O2 yang lebih besar di pH 6,3 sebesar 0,35
dibandingkan pada pH 7,4. Sementara hasil ФF sebesar 0,0018965 sehingga tidak
dapat digunakan sebagai foto diagnosis penyakit kanker. Dan untuk hasil uji
stabilitas terhadap cahaya matahari tidak langsung menunjukan cobalt (II)
phthalocyanine tidak stabil, kemudian warna larutan uji menjadi pucat, oksigen
dan cahaya diketahui menjadi salah satu penyebab fotodegradasi dan pemucatan
warna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cobalt (II) phthalocyanine berpotensi
digunakan dalam PDT.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Kanker, terapi fotodinamik, cobalt (II) phthalocyanine |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Users 144 not found. |
| Date Deposited: | 18 Feb 2020 00:49 |
| Last Modified: | 09 Aug 2024 06:14 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/9833 |
