MUSTAFA, LAELI NURUL JANATIA (2018) KETIMPANGAN GENDER PADA NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI DALAM PERSPEKTIF POSTFEMINISME. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Download (2MB)
BAB I_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Download (696kB)
BAB II_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Download (826kB)
BAB III_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (627kB)
BAB IV_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (841kB)
BAB V_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (613kB)
DAFTAR PUSTAKA_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Download (697kB)
LAMPIRAN_LAELI NURUL JANATIA MUSTAFA_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (804kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketimpangan gender dan
eksistensi perempuan yang terdapat dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky
Madasari dalam perspektif postfeminisme. Teknik yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah dengan metode dokumentasi dengan tahapan baca dan
catat, sedangkan validasi dilakukan dengan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari terdapat
ketimpangan gender yang dialami oleh tokoh perempuan berupa (1) marginalisasi, (2)
subordinasi, (3) pelabelan, (4) kekerasan, dan (5) beban kerja ganda. Terdapat tiga
macam marginalisasi yang terjadi, yaitu pembatasan dalam berbagai hal, pengucilan
terhadap perempuan, dan menganggap perempuan tidak penting atau tidak mampu.
Bentuk subordinasi yang terjadi yaitu menomorduakan pada perempuan dan
menganggap rendah perempuan. Pelabelan yang terjadi yaitu berupa pelabelan
negatif. Kekerasan yang terjadi berupa tindak pemerkosaan, pemukulan atau serangan
fisik, dan pelecehan seksual. Sedangkan beban kerja ganda yang terdapat dalam novel
terdiri dari dua macam, yaitu perempuan menanggung tugas ganda dan perempuan
mengalami waktu kerja lebih lama daripada laki-laki. Eksistensi dilakukan oleh
seseorang untuk menunjukkan keberadaan dirinya di lingkungan masyarakat agar
diakui keberadaannya. Eksistensi perempuan dalam novel ditunjukkan oleh tokoh
perempuan dengan cara (1) kesadaran sebagai liyan, (2) sadar akan kebebasan dirinya,
dan (3) kesadaran untuk melakukan transendensi. Kesadaran sebagai liyan artinya
perempuan dapat menghilangkan sosok liyan (the others) dengan kesadaran bahwa
dirinya adalah subjek dan menolak dirinya dijadikan objek. Terdapat tiga macam
kebebasan yang dilakukan oleh perempuan untuk menunjukkan eksistensinya, yaitu
kebebasan berpendapat, kebebasan menentukan pilihan, dan kebebasan berekspresi.
Sedangkan kesadaran untuk melakukan transendensi dilakukan oleh perempuan
dengan cara bekerja, berintelektual, dan bertransformasi sosialis di masyarakat seperti
yang ditunjukkan oleh tokoh Ibu, Ibu tiri Jayanegara atau istri baru Bapak, Maera, dan
Kara.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Teguh Trianton, S.Pd., M.Pd. |
| Uncontrolled Keywords: | Eksistensi perempuan, Ketimpangan gender, Postfeminisme, Novel |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 17 Sep 2018 05:59 |
| Last Modified: | 17 Sep 2018 06:01 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/7857 |
