OKTAVIANTO, DONY (2018) PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PEMBAWA ACARA “MATA NAJWA” DI METRO TV EDISI JULI 2015 (KAJIAN PRAGMATIK). S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Download (1MB)
BAB I_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Download (723kB)
BAB II_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Download (788kB)
BAB III_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (677kB)
BAB IV_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (666kB)
DAFTAR PUSTAKA_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Download (613kB)
LAMPIRAN_DONI OKTAVIANTO_PBSI'18.pdf
Restricted to Registered users only
Download (915kB)
Abstract
Penelitian dengan judul Prinsip Kesantunan Berbahasa Pembawa Acara
“Mata Najwa” di Metro TV Edisi Juli 2015 (Kajian Pragmatik) bertujuan
mendeskripsikan kepatuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada
pembawa acara “Mata Najwa”. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif
kualitatis. Data dalam penelitian ini berupa tuturan Najwa Shihab, sedangkan
sumber data penelitian yaitu acara “Mata Najwa” di Metro TV edisi Juli 2015.
Penelitian ini menggunakan tiga metode penelitian yaitu jenis penelitian, data dan
sumber data, dan tahap-tahap penelitian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini
terdapat 50 tuturan kepatuhan prinsip kesantunan berbahasa dan 60 tuturan
pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. 50 tuturan kepatuhan tersebut meliputi
10 maksim kebijaksanaan, 34 maksim penghargaan, 1 maksim kesepakatan, dan 5
maksim kesimpatian. Dari 6 (enam) maksim yang dipaparkan Leech ada dua
maksim yang tidak dipatuhi yaitu maksim kedermawanan dan maksim
kesederhanaan. Maksim penghargaan sebagai maksim yang mendominasi
kepatuhan prinsip kesantunan berbahasa. Hal tersebut dibuktikan dengan
banyaknya tuturan yang sifatnya memuji narasumber, serta terdapat banyak
tuturan yang menyatakan ungkapan kasih kepada narasumber atas kesediaannya
hadir di acara “Mata Najwa”. Sedangkan 60 tuturan pelanggaran tersebut meliputi
14 maksim kebijaksanaan, 38 maksim penghargaan, 1 maksim kesederhanaan, 5
maksim kesepakatan, dan 2 maksim kesimpatian. Dari 6 (enam) maksim yang
dipaparkan Leech, ada satu maksim yang tidak dilanggar yaitu maksim
kedermawanan. Maksim penghargaan sebagai maksim yang mendominasi
pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Hal tersebut dibuktikan dengan
banyaknya tuturan yang mengandung celaan atau kecaman kepada lawan tuturnya
seperti mencela profesi lawan tutur, mencecar lawan tutur, serta merendahkan
lawan tutur.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dra. Siti Fathonah, M.Hum., dan Dra. Isnaeni Praptanti, M.Pd. |
| Uncontrolled Keywords: | prinsip kesantunan, pembawa acara, dan Metro TV |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 01 Feb 2018 02:35 |
| Last Modified: | 28 Oct 2025 04:18 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/7345 |
