MAHMUDIN, MURI (2012) HIPERTERMIA PADA An. W DENGAN TYPHUS ABDOMINALIS DI RUANG CEMPAKA RSUD dr. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
Muri Mahmudin COVER.pdf

Download (637kB)
Text
Muri Mahmudin BAB I.pdf

Download (547kB)
Text
Muri Mahmudin BAB II.pdf

Download (644kB)
Text
Muri Mahmudin BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (661kB)
Text
Muri Mahmudin BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB)
Text
Muri Mahmudin BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (541kB)
Text
Muri Mahmudin DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (528kB)
Text
Muri Mahmudin LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (994kB)

Abstract

Latar belakang: Demam merupakan keluhan utama yang disampaikan para ibu ketika membawa anaknya ke pelayanan kesehatan. Demam dapat dikaitkan dengan suatu penyakit tertentu, salah satunya adalah typhus abdominalis. Penyakit typhoid banyak dijumpai di negara berkembang yang berada di daerah tropis. Di daerah endemik demam typhoid, insiden tertinggi terjadi pada anak-anak mencapai 70-80 %. Dari data register pasien Ruang Cempaka RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pasien anak yang dirawat dari bulan Januari-Juni 2012 sebanyak 948 pasien, 87 (9,17 %) anak terdiagnosa typhus abdominalis. Angka kematian pada anak yang dirawat dengan kasus ini adalah ± 6%. Prognosis kasus demam typhoid pada anak baik bila ditangani dengan segera. Prognosis menjadi buruk bila terdapat gejala berat pada anak seperti demam tinggi, kesadaran menjadi sopor, koma, atau delirium, dan terdapat dehidrasi, asidosis, serta perforasi.
Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif menggunakan pendekatan laporan kasus (case study). Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan selama satu hari dengan pengelolaan kasus selama dua hari.
Hasil: Sesuai analisa data ditemukan 3 masalah keperawatan, yaitu: hipertermia, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan, dan kurang pengetahuan. Gejala yang muncul pada kasus adalah peningkatan suhu tubuh dan anoreksia. Konstipasi, diare, dan hepatosplenomegali tidak ditemukan. Diagnosa intoleransi
aktivitas tidak muncul. Hal ini membuktikan adanya kesenjangan antara kasus dan studi literatur. Hal ini terjadi karena kemungkinan pasien masih dalam masa
inkubasi dari demam typhoid.
Kesimpulan: Masalah keperawatan utama yang ditetapkan
adalah hipertermia. Dengan penerapan kompres hangat dan teknik tapid sponge water serta mempertahankan tirah baring dan meningkatkan masukan cairan secara adekuat, masalah hipertermi teratasi sebagian dari kriteria hasil yang direncanakan.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (D3)
Additional Information: PEMBIMBING I: Sodikin, M. Kes. PEMBIMBING II: Ns. Umi Solikhah, S. Pd., M. Kep.
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Demam, typhus abdominalis, hipertermia, tapid sponge water
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan
Depositing User: Novia Marantika
Date Deposited: 03 Jan 2018 04:22
Last Modified: 05 Nov 2024 06:48
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6698

Actions (login required)

View Item
View Item