MASYHARUDIN, MASYHARUDIN (2017) GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA GANGGUAN JIWA DI DESA KARANGSARI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
MASYHARUDIN BAB I.pdf
Download (735kB)
MASYHARUDIN BAB II.pdf
Download (885kB)
MASYHARUDIN BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (644kB)
MASYHARUDIN BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (658kB)
MASYHARUDIN BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (721kB)
MASYHARUDIN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (729kB)
MASYHARUDIN LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
MASYHARUDIN COVER.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Gangguan jiwa yang dialami warga karena faktor keturunan,
faktor ekonomi, dan faktor kehilangan orang yang dicinta. Ada salah satu orang
yang mengalami gangguan jiwa karena suami tidak memperbolehkan memegang
uang hasil pertanian yang sebenarnya sawah milik istri, sehingga klien merasa
tertekan dan depresi. Terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi gangguan jiwa
yaitu: faktor organobiologis, faktor psikologis, dan faktor sosiokultural.
Tujuan: Mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
gangguan jiwa di Desa Karangsari Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
observasi analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling
dengan jumlah responden 21 orang.
Hasil: Umur responden terbanyak pada kategori dewasa akhir (35 – 45 tahun) 8
orang (38,1%), jenis kelamin responden terbanyak laki-laki 13 orang (48,0%),
pendidikan responden terbanyak pada tingkat pendidikan SD 8 orang (38,1%),
pekerjaan responden terbanyak petani 9 orang (42,9%), dan Hubungan responden
dengan klien terbanyak saudara kandung 12 responden (57,1%). Klien yang
memiliki riwayat gangguan jiwa 15 orang (71,0%). Klien yang mengalami
gangguan jiwa memiliki hubungan sosial maladaptif sebanyak 14 orang (66,7%).
Klien yang memiliki hubungan keluarga tidak patogenik sebanyak 12 responden
(57,1). Klien yang mengalami kehilangan sedang sebanyak 9 responden
(42,9%).Klien yang memiliki tingkat ekonomi rendah 10 responden (47,6%).
Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan jiwa adalah faktor
genetik, faktor hubungan sosial, faktor kehilangan, dan faktor status ekonomi.
Sedangkan faktor hubungan keluarga patogenik tidak mempengaruhi ganguan jiwa
yang signifikan.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Bunyamin Muchtasjar, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | ekonomi, genetik, jiwa, kehilangan, patogenik, sosial |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Yuni Sri Subkhaini |
| Date Deposited: | 18 Sep 2017 03:16 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 01:24 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4187 |
