PANDINI, INNEKE PUSPA (2016) PROFIL PENCAMPURAN SEDIAAN STERIL INJEKSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP TAHUN 2016. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Download (810kB)
BAB I_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Download (669kB)
BAB II_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Download (697kB)
BAB III_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (673kB)
BAB IV_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (732kB)
BAB V_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (611kB)
DAFTAR PUSTAKA_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Download (647kB)
LAMPIRAN_INNEKE PUSPA PANDINI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (974kB)
Abstract
Pedoman dasar dispensing sediaan steril tahun 2009 menyebutkan
pencampuran sediaan steril dilakukan secara terpusat di instalasi farmasi rumah
sakit. Belum adanya data yang menggambarkan pencampuran sediaan injeksi di
RSUD Cilacap menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian ini
menggambarkan profil pencampuran sediaan steril injeksi, sarana prasarana dan
hasil pencampuran injeksi di RSUD Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan cara pengambilan sampel purposive sampling.
Data yang diambil menggunakan lembar ceklis yang sesuai dengan pedoman.
Sampel yang didapat sebanyak 211 sediaan injeksi antibiotik di tiga ruang
perawatan RSUD Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan
sarana prasarana dalam proses pencampuran sediaan steril injeksi antibiotik di tiga
ruang perawatan ditemukan belum tersedianya APD, ruangan khusus, SDM serta
LAF. Pada prosedur pencampuran injeksi, tenaga kesehatan melakukan
dekontaminasi dan desinfeksi (9,1%), memberi label pada spuit (81,8%),
membungkus obat dengan kantong hitam, dan membuang bekas pencampuran ke
pembuangan khusus (100%), memasukan spuit ke wadah pengiriman (90,9%).
Sementara prosedur pencampuran yang tidak dilakukan antara lain menggunakan
APD, menghidupkan LAF, menyiapkan meja kerja LAF, menyiapkan kantong
pembuangan LAF, desinfeksi sarung tangan, mengambil alat kesehatan dari pass
box, pencampuan secara aseptis, dan mengeluarkan wadah berisi spuit melalui
pass box (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana serta
prosedur pencampuran sediaan steril injeksi tidak sesuai dengan Pedoman
Pencampuran Obat Suntik. Sementara hasil pencampuran sediaan steril injeksi
antibiotik di dapat larutan 100% kompatibel.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Agus Siswanto, M.Si., Apt., dan Wahyu Utaminingrum.,S.Farm.,M.Sc.,Apt, |
| Uncontrolled Keywords: | pencampuran sediaan steril injeksi, sarana prasarana pencampuran injeksi, hasil pencampuran injeksi |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 13 Jan 2017 03:30 |
| Last Modified: | 02 Dec 2024 01:36 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/388 |
