EPRIYANTI, SEPTI (2015) HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENGAWAS MINUM OBAT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN II. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Septi Epriyanti COVER.pdf
Download (2MB)
Septi Epriyanti BAB I.pdf
Download (665kB)
Septi Epriyanti BAB II.pdf
Download (770kB)
Septi Epriyanti BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (785kB)
Septi Epriyanti BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (750kB)
Septi Epriyanti BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (647kB)
Septi Epriyanti DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (713kB)
Lampiran Septi Efriyanti.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melaporkan telah terjadi peningkatan CDR (Case Detection Rate) BTA positif dari 27/100.000
penduduk (tahun 2011) menjadi 36/100.000 penduduk (tahun 2012). Data Puskesmas Kembaran II penderita TB Paru tahun 2013 menunjukan 84 penderita, dan pada Bulan Januari –
Oktober tahun 2014 sebanyak 110 penderita. Pentingnya Pengawas Minum Obat (PMO) dan dukungan keluarga dapat membantu keberhasilan pengobatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pengawas minum obat dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II.
Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II pada 31 Maret –18 April 2015. Sampel yang dipilih dengan simple random sampling dari pasien yang menjalani pengobatan TB Paru.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan pada subyek PMO mayoritas berjenis kelamin perempuan(57,7%), berusia < 40 tahun(51,9%), berpendidikan tinggi(61,5%), tidak bekerja(55,8%), berpengetahuan baik(73,1%), dukungan keluarga mayoritas mendukung (71,2%) dan tingkat kepatuhan mayoritas patuh (61,5%). Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan PMO jenis kelamin (p=0,001), usia (p=0,012), pendidikan(
p=0,012), pekerjaan(p=0,017), pengetahuan(p=0,0001) PMO, dan dukungan keluarga pasien (p=0,0001) dengan kepatuhan minum obat.
Kesimpulan: Terdapat hubungan karakteristik PMO dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada Pasien TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | PEMBIMBING I: RAGIL SETIYABUDI, S.KM., M.Kes (Epid) PEMBIMBING II: YULIARTI, S.KM., M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Dukungan Keluarga, Karakteristik PMO, Kepatuhan Minum Obat, TB Paru |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Novia Marantika |
| Date Deposited: | 09 Aug 2017 06:16 |
| Last Modified: | 05 Jul 2024 03:23 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/3247 |
