Malika, Malika (2026) Analisis Bahan Kimia Obat Parasetamol Dan Deksametason Dalam Jamu Sakit Gigi Yang Beredar Di Cilacap Dengan Metode HPLC. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
Malika_Cover.pdf

File Pdf (9MB)
Text
Malika_Bab I.pdf

File Pdf (830kB)
Text
Malika_Bab II.pdf

File Pdf (990kB)
Text
Malika_Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
Malika_Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
Malika_Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (700kB)
Text
Malika_Daftar Pustaka.pdf

File Pdf (833kB)
Text
Malika_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Parasetamol dan deksametason adalah bahan kimia obat (BKO) yang seringkali ditambahkan pada produk jamu. Penambahan BKO tidak dibenarkan karena dapat menimbulkan interaksi pada beberapa bahan yang terkandung dalam jamu dengan BKO tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan parasetamol dan deksametason dalam jamu sakit gigi. Metode: Analisis parasetamol dan deksametason dilakukan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Pemisahan dilakukan menggunakan fase diam C18 ODS Hypersil dan fase gerak campuran metanol dan aquabidest perbandingan 60:40 (v/v) dengan laju alir 1,0 mL/menit. Panjang gelombang yang digunakan yaitu 247 nm Validasi metode dilakukan untuk menentukan selektivitas, linearitas, batas deteksi/ limit of detction (LOD), batas kuantifikasi/ limit of quantitation (LOQ), presisi dan akurasi. Hasil: Selektivitas metode ditunjukkan dengan puncak parasetamol dan deksametason pada kromatogram baku, dan sampel, tidak ada potensi terganggu puncak senyawa lain. Linearitas ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9784 untuk parasetamol dan 0,976 untuk deksametason. Nilai LOD pada parasetamol yaitu 19 ppm dan LOQ yaitu 62 ppm. Pada deksametason didapatkan nilai LOD yaitu 20 ppm dan LOQ yaitu 66 ppm. Uji presisi menghasilkan nilai Relative Standard Deviation (RSD) sebesar 5,36% untuk parasetamol dan 6,75% untuk deksametason. Uji akurasi parsetamol menunjukkan %Recovery sebesar 125% untuk sampel 1. Untuk deksametason menunjukkan %Recovery sebesar 86% untuk sampel 1, untuk sampel 2 sebesar 86% dan 284% untuk sampel 3. Kesimpulan: pada hasil pengujian validasi metode yang terdiri dari Selektivitas, Linearitas, LOD, LOQ, Presisi, dan Akurasi. Hasil uji selektivitas dan linearitas memenuhi syarat keberterimaan, sedangkan presisi dan akurasi tidak memenuhi syarat keberterimaan sehingga analisis parasetamol dan deksametason tidak dapat dilakukan.

Dosen Pembimbing: Utami, Pri Iswati and Raharjo, Aditya Singgih | NIDN0619057601, NIDN0628079001
Item Type: Tugas Akhir Mahasiswa (S1)
Uncontrolled Keywords: Parasetamol, Deksametason, Validasi Metode Analisis, HPLC
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Catur Indra Himawan
Date Deposited: 22 Jul 2026 02:09
Last Modified: 22 Jul 2026 02:09
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/19196

Actions (login required)

View Item
View Item