Kurniawati, Septiana Tri (2026) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cengkeh, Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) dan Kombinasi Keduanya terhadap Bakteri dan Biofilm Streptococcus mutans. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Cover SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Download (2MB)
Bab I SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Download (632kB)
Bab II SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Download (824kB)
Bab III SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (861kB)
Bab IV SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (857kB)
Bab V SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (662kB)
Dapus SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Download (774kB)
Lampiran SEPTIANA TRI KURNIAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Pembentukan plak gigi merupakan tahap awal terjadinya berbagai penyakit pada rongga mulut, dan berkaitan dengan aktivitas bakteri Streptococcus mutans, terutama melalui kemampuannya membentuk biofilm. Biofilm bakteri memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap agen antibakteri, sehingga diperlukan alternatif bahan antibakteri yang efektif dan aman. Cengkeh (Syzygium aromaticum) diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri alami, baik pada bagian daun maupun bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak daun cengkeh, ekstrak bunga cengkeh, dan kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan bakteri dan biofilm Streptococcus mutans, serta mengevaluasi profil mutu ekstrak yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diawali dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan standarisasi ekstrak berdasarkan parameter mutu non-spesifik. Uji aktivitas antibakteri dan antibiofilm dilakukan menggunakan metode mikrodilusi, dengan pengukuran absorbansi menggunakan microplate reader untuk menentukan persentase penghambatan dan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan bunga cengkeh memenuhi parameter mutu non-spesifik, dengan ekstrak daun cengkeh memiliki mutu yang lebih baik. Ekstrak daun cengkeh menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak bunga cengkeh, dengan nilai IC50 masingmasing sebesar 0,1161% dan 0,1358%. Kombinasi ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri yang optimal, terutama pada perbandingan 1:2, dengan nilai IC50 terendah sebesar 0,1124%. Selain itu, ekstrak daun cengkeh juga lebih efektif dalam menghambat pembentukan biofilm Streptococcus mutans dibandingkan ekstrak bunga cengkeh. Seluruh ekstrak dan kombinasi menunjukkan hubungan linear yang kuat antara konsentrasi dan persen penghambatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun cengkeh, ekstrak bunga cengkeh, serta kombinasi keduanya memiliki potensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap Streptococcus mutans, dengan ekstrak daun cengkeh dan kombinasi tertentu menunjukkan aktivitas paling optimal.
| Dosen Pembimbing: | Fitri, Hidayah Anisa and Dhiani, Binar Asrining | nidn0621039101, nidn0614018201 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | cengkeh, Syzygium aromaticum, Streptococcus mutans, antibakteri, antibiofilm, IC50 |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Agus Imam |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 08:54 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 08:54 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/19111 |
