Hoeriyah, Aas (2025) Fotosensitizer Biru Metilen Untuk Antibakteri Pada Luka Tikus Dengan Metode Pdi (Photodinamic Inactivation ). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Cover AAS HOERIYAH.pdf
File Pdf (2MB)
Bab I AAS HOERIYAH.pdf
File Pdf (749kB)
Bab II AAS HOERIYAH.pdf
File Pdf (882kB)
Bab III AAS HOERIYAH.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Bab IV AAS HOERIYAH.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Bab V AAS HOERIYAH.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (740kB)
Dapus AAS HOERIYAH.pdf
File Pdf (754kB)
Lampiran AAS HOERIYAH.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (7MB)
Abstract
Latar belakang: Infeksi bakteri resisten terhadap antibiotik, seperti Methicillin- Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), menjadi tantangan serius dalam dunia medis, menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko komplikasi. Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah menyebabkan peningkatan resitensi bakteri, sehingga alternatif pengobatan yang efektif sangat diperlukan. Terapi fotodinamik (PDI) muncul sebagai solusi yang menjanjikan, memanfaatkan fotosensitizer yang diaktifkan oleh cahaya untuk menghasilkan spesies oksigen reaktif yang dapat membunuh bakteri secara selektif tanpa menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan biru metilen (BM) dalam menginaktivasi MRSA dan mempercepat penyembuhan luka pada tikus. Metode : Metode uji yang di gunakan yaitu Colony Counter untuk menghitung jumlah koloni MRSA. Penelitian dilakukan secara in vivo pada tikus wistar yang diberi perlakuan biru metilen atau penyinaran red light 600 nm selama 30 menit perhari selama 6 hari dan perlakuan pemberian obat pavidone-iodine, dan tanpa pengobatan. Hasil: pada kelompok metilen dan penyinaran red light (PDI) memiliki rata-rata panjang luka terendah 1,571±0,3165 cm, menandakan proses penyembuhan luka yang paling cepat dan merata. Kelompok lain menunjukan hasil cukup baik, dengan rata-rata panjang luka berkisar antara 1,648 hingga 1,810 cm. Kelompok pavidone-iodine menunjukan hasil yang kurang merata 2,676 ±4,3885 cm, sementara kelompok tanpa perlakuan tetap menunjukan perlunya terapi tambahan. Kesimpulan: Hasil pengamatan ukuran luka dengan pemberian biru metilen dan sinar PDI menunjukan hasil penyembuhan yang baik, karena penurunan luka terjadi secara konsisten setiap hari.
| Dosen Pembimbing: | Djalil, Asmiyenti Djaliasrin and Nurzijah, Ika | NIDN0022057401, NIDN0602079003 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Photodinamic Inactivation/PDI, Biru metilen, Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Agus Imam |
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 07:09 |
| Last Modified: | 08 Dec 2025 07:09 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/18633 |
