Nabila, Sarah (2023) Evaluasi Medication Error pada Resep Racikan Poli Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
SARAH NABILA_Cover.pdf
Download (1MB)
SARAH NABILA_BAB 1.pdf
Download (770kB)
SARAH NABILA_BAB 2.pdf
Download (1MB)
SARAH NABILA_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (844kB)
SARAH NABILA_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (933kB)
SARAH NABILA_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (759kB)
SARAH NABILA_Daftar Pustaka.pdf
Download (833kB)
SARAH NABILA_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penyakit kulit dan kelamin merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini. Obat racikan banyak diresepkan pada poliklinik kulit dan kelamin. Resep racikan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko medication error. Medication Error dapat memberikan berbagai macam dampak negatif seperti menimbulkan efek yang tidak diinginkan dalam proses pengobatan (interaksi obat), terjadinya kegagalan terapi, kecacatan hingga dapat menyebabkan kematian. Peneliti ingin melakukan penelitian tentang medication error pada resep racikan poliklinik kulit dan kelamin di RSUD Kardinah Tegal yang sebelumnya belum ada penelitian tentang hal ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kejadian Medication Error pada resep racikan poliklinik kulit dan kelamin di RSUD Kardinah Tegal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 300 resep racikan dengan pengambilan data secara prospektif pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil: fase prescribing yang dapat menimbulkan medication error yaitu tidak terdapat Berat Badan pasien 300 kejadian (13,66%) dan tidak terdapat paraf penulis resep 134 kejadian (6,10%). Fase dispensing yang dapat menimbulkan medication error yaitu salah jumlah obat 9 kejadian (0,40%). Fase administration yang dapat menimbulkan medication error yaitu tidak menjelaskan indikasi obat 300 kejadian (13,66%), tidak menjelaskan kontraindikasi 300 kejadian (13,66%), tidak menjelaskan efek samping obat 300 kejadian (13,66%), tidak menjelaskan Beyond Use Date (BUD) 300 kejadian (13,66%), tidak menjelaskan penyimpanan obat 300 kejadian (13,66%), tidak menjelaskan cara pemakaian obat 129 kejadian (5,87%) dan tidak menjelaskan waktu pemberian obat 124 kejadian (5,64%). Kesimpulan: Tiga fase medication error yang telah diteliti, bahwa kejadian medication error tertinggi pada pasien poliklinik kulit dan kelamin RSUD Kardinah Tegal yaitu administration error dengan 1753 kejadian (79,82%), kemudian prescribing error dengan 434 kejadian (19,76%) dan medication error terendah yaitu dispensing error dengan 76 kejadian (0,4%).
| Dosen Pembimbing: | Hapsari, Indri and Putri, Irsalina Nurul | 0626107901, 0605069203 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | medication error, prescribing, dispensing, administration, penyakit kulit dan kelamin, resep racikan. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Admin Admin |
| Date Deposited: | 22 Apr 2025 06:29 |
| Last Modified: | 22 Apr 2025 06:29 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/18206 |
