Hidayati, Putri Alifia (2023) Studi Kualitatif dan Kuantitatif Etnofarmakologi Serta Kajian Fitoterapi Tumbuhan Obat di 4 Desa di Pulosari, Pemalang. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_Cover.pdf
Download (2MB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_BAB 1.pdf
Download (920kB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_BAB 2.pdf
Download (1MB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (913kB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_Daftar Pustaka.pdf
Download (1MB)
PUTRI ALIFIA HIDAYATI_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati yang
sangat melimpah yang memiliki 80% tumbuhan obat dari total tumbuhan obat di
dunia, dimana jumlah penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat di Indonesia
semakin meningkat setiap tahunnya, khususnya di Kecamatan Pulosari yang
terletak di sebelah utara lereng Gunung Slamet yang menunjang keanekaraman
hayati tumbuhan obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data
keanekaragaman hayati dan pola etnofarmakologi tumbuhan obat di Kecamatan
Pulosari. Metode: Jenis penelitian ini yaitu survei deskriptif dengan metode
kualitatif dan kuantitatif serta kajian fitoterapi. Metode kualitatif dilakukan
dengan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang didapatkan melalui
teknik porpusive sampling. Metode kuantitatif dilakukan dengan menghitung
SUV, RFC dan FL. Kajian fitoterapi dilakukan dengan membandingkan
kesesuaian tradisional penggunaan tumbuhan obat dengan nilai indeks kuantitatif
tertinggi terhadap FROTI. Hasil: Terdapat 52 tumbuhan obat yang berasal dari 32
suku dimana mayoritas tumbuhan obat berasal dari suku Zingiberaceae (21,15%).
Bagian tumbuhan obat yang paling banyak digunakan adalah daun (48,08%), cara
pengolahan tumbuhan obat terbanyak dengan cara direbus (76,92%), cara
penggunaan tumbuhan obat terbanyak dengan diminum (80,77%), dan aturan
penggunaan tumbuhan obat terbanyak adalah 2x sehari (53,85%). SUV tertinggi
sebesar 3 teramati pada lempuyang, mahkota dewa, manggis, dan sirih hijau. Nilai
RFC tertinggi sebesar 0,67 yang ada pada dringo, kunyit, dan lidah buaya. Nilai
FL tertinggi sebesar 100% terdapat pada 45 tumbuhan obat pada 17 kategori
penyakit. Kajian fitoterapi dringo sebagai penurun demam tidak sesuai dengan
FROTI tetapi sesuai dengan jurnal penelitian terdahulu. Kesimpulan: Diperoleh
data keanekaragaman hayati dan pola etnofarmakologi tumbuhan obat di
Kecamatan Pulosari.
| Dosen Pembimbing: | Wahyuningrum, Retno and Firti, Hidayah Anisa | 0620128101, 0621039101 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Etnofarmakologi, fitoterapi, tumbuhan obat, Kecamatan Pulosari. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | wulan |
| Date Deposited: | 11 Apr 2025 03:44 |
| Last Modified: | 11 Apr 2025 03:44 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/18160 |
