Safitri, Nur (2023) Analisis Konsekuensi Biaya Kejadian Drug Related Problems pada Pasien Sindrom Koroner Akut di RSUD Banyumas. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
NUR SAFITRI_Cover.pdf
Download (1MB)
NUR SAFITRI_BAB 1.pdf
Download (727kB)
NUR SAFITRI_BAB 2.pdf
Download (832kB)
NUR SAFITRI_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (812kB)
NUR SAFITRI_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (719kB)
NUR SAFITRI_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (972kB)
NUR SAFITRI_Daftar Pustaka.pdf
Download (801kB)
NUR SAFITRI_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyakit kardiovaskular
yang menyebabkan tingginya angka rawat inap di RS hingga angka kematian. Pada
tahun 2015 sebanyak 7,4 juta kematian diakibatkan sindrom koroner akut
(Maulidah et al., 2022). Tatalaksana terapi yang kompleks merupakan faktor
pemicu terjadinya drug related problems (DRPs). Berdasarkan hasil penelitian
ditemukan kejadian DRPs yang terjadi antara lain; (80%) interaksi obat, (3,33%)
overdose, ketidaksesuaian pemilihan obat,(13,33%) indikasi tanpa obat dan (20%)
adverse drug reaction (Aditamasari, Arifian and Ramadhan, 2018). Dalam
tatalaksana terapi penyakit SKA cenderung membutuhkan biaya yang besar, biaya
terapi berpotensi meningkat dengan adanya Drug Related Problems. Penelitian ini
bertujuan mengetahui dampak DRPs terhadap efektivitas terapi pasien Sindrom
Koroner Akut di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan jenis
penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang bersifat
prospektif. Hasil: Dari keseluruhan total kejadian DRPs terdapat sebanyak 7,41 %
kejadian efek terapi obat tidak optimal; 7,41% kejadian gejala atau indikasi tidak
diobati; 11,11% kejadian obat yang merugikan terjadi; 18,52% kejadian tidak ada
indikasi untuk obat; 29,62% kejadian pengobatan tidak diberikan atau tidak lengkap
walaupun terdapat indikasi; 22,22 kejadian dosis obat terlalu rendah. Hasil
perhitungan nilai Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) adalah Rp.
534694/QALYs. Nilai ICER yang diperoleh merupakan besarnya biaya tambahan
yang diperlukan untuk menaikkan 1% QALYs terhadap kelompok pasien pasien
Sindrom Koroner Akut yang mengalami kejadian DRPs. Kesimpulan: Adanya
hubungan antara kejadian DRPs maupun non-DRPs terapi dengan perbaikan klinis
dan luaran humanistic Kejadian DRPs menajdi faktor yang mempengaruhi
penambahan biaya terapi.
| Dosen Pembimbing: | Setiawan, Didik and Putri, Irsalina Nurul | 0627078301, 0605069203 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Sindrom Koroner Akut, Drug Related Problems, Farmakoekonomi, ICER. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | wulan |
| Date Deposited: | 11 Apr 2025 02:55 |
| Last Modified: | 11 Apr 2025 02:55 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/18155 |
