Meilantini, Yani (2022) GAMBARAN STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) SETELAH DILAKUKAN TERAPI RELAKSASI BENSON. D3 thesis, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
YANI MEILANTINI_COVER.pdf
File Pdf (1MB)
YANI MEILANTINI_BAB I.pdf
File Pdf (674kB)
YANI MEILANTINI_BAB II.pdf
File Pdf (474kB)
YANI MEILANTINI_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (576kB)
YANI MEILANTINI_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (592kB)
YANI MEILANTINI_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (573kB)
YANI MEILANTINI_DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (579kB)
YANI MEILANTINI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Ketidakstabilan status hemodinamik pada penderita Congestive Heart Failure sering terjadi dan sangat mempengaruhi mempengaruhi fungsi jantung. Terapi Relaksasi Benson sangat baik untuk di lakukan setiap hari oleh penderita Congestive heart Failure, agar membantu relaksasi otot tubuh terutama otot pembuluh darah sehingga dapat mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri dan jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.
Tujuan Penelitian : Memberi gambaran mengenai status hemodinamik pada pasien Congestive Heart Failur (CHF) setelah dilakukan terapi relaksasi benson.
Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan analisis kuantitatif dalam bentuk survei. Instrumen yang digunakan dapat berupa wawancara, observasi langsung, kuisioner. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 15 penderita dengan menggunakan metode teknik total sampling.
Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan diantaranya rentang nilai tekanan darah dari 110/70 mmHg sampai 160/90 mmHg, nadi 54x/menit sampai 115x/menit, frekuensi pernapasan dari 20x/menit sampai 22x/menit, dan nilai dari saturasi oksigen (SpO2) mulai dari 94% sampai 99%. Sedangkan karakteristik responden yang mengalami CHF lebih banyak perempuan (60%) dibandingkan dengan laki – laki (40%), presentase umur terbesar adalah usia 62 – 75 tahun sejumlah 53% responden.
Kesimpulan : Terapi Relaksasi Benson lebih efektif mempertahankan kestabilan status hemodinamik pada penderita CHF.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Tugas Akhir Mahasiswa (D3) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing : Endiyono, S.Kep, M.Kep |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Congestive Heart Failure, Relaksasi Benson, Status Hemodinamik. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan |
| Depositing User: | Roni Purwanto |
| Date Deposited: | 13 Mar 2024 03:17 |
| Last Modified: | 11 Nov 2024 02:49 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/16545 |
