FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETHANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Trichophyton mentagrophytes, Malassezia furfur, DAN Candida albicans

ISLAM, ROSUENEE (2016) FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETHANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Trichophyton mentagrophytes, Malassezia furfur, DAN Candida albicans. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_ROSUENEE ISLAM _FARMASI'16.pdf

Download (684kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf

Download (819kB) | Preview
[img] Text
BAB III_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (811kB)
[img] Text
BAB IV_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (705kB)
[img] Text
BAB V_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (600kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf

Download (683kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN_ROSUENEE ISLAM_FARMASI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penyakit kulit dapat di sebab oleh berbagai mikroorganisme seperti jamur. Pertumbuhan jamur pada kulit dapat di sebabkan karena kondisi kulit yang kurangnya kebersihan sehingga dapat menyebab penyakit kurap, panu dan candidiasis. Biasanya jamur yang sering bertumbuh pada penyakit tersebut yaitu Trichophyton mentagrophytes , Malassezia furfur dan Candida albicans. Salah satu tanaman herbal yang dapat menghambat jamur penyebab penyakit kulit adalah bawang putih yang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun padat. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui aktivitas antifungi dari sabun padat ekstrak etanol bawang putih (garlic) terhadap Trichophyton mentagrophytes, Malassezia furfur, dan candida albicans. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji pH, uji stabilitas busa dan uji aktivitas antifungi. Formulasi sabun padat dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%. Hasil uji sifat fisik sabun padat menunjukan bahwa sabun padat yang dibuat memiliki sifat fisik yang kurang baik. Secara organoleptis, kadar air, pH, dan stabilitas busa. Karena kurang memenuhi rentang yang di syaratkan. Hasil uji aktivitas antifungi daya antifungi yang paling baik di tunjukkan pada konsentrasi 20% , 30% dan 10% dengan rata-rata diameter zona hambat adalah 20,8 mm, 20,9.mm dan 20 mm berturut-turut untuk Trichophyton mentagrophytes , Malassezia furfur dan Candida albicans.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Indri Hapsari, SE., M.Si., Apt., dan Erza Genatrika, M.Sc., Apt.
Uncontrolled Keywords: Bawang putih, sabun padat, Trichophyton mentagrophytes , Malassezia furfur dan Candida albicans
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 04 Aug 2017 03:49
Last Modified: 04 Aug 2017 03:49
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/3121

Actions (login required)

View Item View Item