RAHAYU, ERNA PANGASTUTI (2013) GAMBARAN TINGKAT PRE EKLAMSI DENGAN KEJADIAN SEKSIO CAESARIA DI RSUD GOETHENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
Erna Pangastuti Rahayu COVER.pdf

Download (688kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu BAB I.pdf

Download (625kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu BAB II.pdf

Download (749kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (576kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (626kB)
Text
Erna Pangastuti Rahayu LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (602kB)

Abstract

Pre eklampsi dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah
140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. Pre eklamsi merupakan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Penurunkan AKI diatasi dengan cara melakukan ANC secara teratur minimal 4 kali, sehingga dapat diketahui diagnose dini pada pre eklamsi.
Diagnosa dini terhadap pre eklamsi penting dilakukan untuk mengenali dan mendeteksi secara dini serta menangani pre eklamsi ringan agar tidak berlanjut menjadi eklamsi.
Pada ibu bersalin yang menderita pre eklamsi persalinannya harus dipercepat. Pre eklamsi dapat meningkatkan resiko pada ibu dan janin sehingga diperlukan tindakan secsio caesaria (SC). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitan Cross Sectional. Data diperoleh dari Rekam Medik pasien di RSUD
Goetheng Taroenadibrata Purbalingga dengan jumlah sampel 107 orang. Hasil penelitian menunjukkan ibu pre eklamsi yang mengakhiri persalinannya dengan pervaginam adalah 75 orang (70.1%) dan yang mengakhiri persalinannya dengan seksio caesaria adalah 32 orang (29,9%). Tidak semua pre eklamsi dengan pervaginam karena jika ibu tidak memiliki faktor yang mengharuskan untuk SC maka dapat diakhiri dengan pervaginam. Jumlah kasus pre eklamsi ringan adalah
63 orang (58.9%) dan pre eklamsi berat adalah 44 orang (41.1%).
Hal ini terjadi dimunginkan banyak faktor yang mempengaruhi pre eklamsi, diantaranya umur, paritas, dan lingkungan. Guna menurunkan jumlah kasus pre eklamsi, disarankan petugas kesehatan membantu memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang tanda bahaya kehamilan pada Antenatal Care (ANC) secara rutin. Prioritas untuk meningkatkan kesehatan ibu, difokuskan pada perluasan Pelayanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif, Perawatan ob
stetrik darurat, meliputi seksio caesaria, tranfusi darah, penanganan eklamsi dan infeksi, meningkatkan pelayanan keluarga berencana (KB)
, serta penyediaan informasi dan pendidikan kepada masyarakat.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (D3)
Additional Information: PEMBIMBING I: BUNYAMIN MUCHTASJAR, ST., MT PEMBIMBING II: WILIS DWI PANGESTI, S.SiT., M.Keb
Uncontrolled Keywords: KEYWORDS: pre eklamsi, seksio caesaria, pervaginam
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Kebidanan
Depositing User: Novia Marantika
Date Deposited: 16 Mar 2017 01:39
Last Modified: 23 Dec 2024 02:54
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/997

Actions (login required)

View Item
View Item