ISMAWATI, DIAN FAJAR (2016) IDENTIFIKASI BAKTERI DAN UJI RESISTENSI BAKTERI DARI SPUTUM PENDERITA BRONKHITIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT PURWOKERTO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Download (851kB)
BAB I_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Download (565kB)
BAB II_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Download (580kB)
BAB III_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (685kB)
BAB IV_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (891kB)
BAB V_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (558kB)
DAFTAR PUSTAKA_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Download (633kB)
LAMPIRAN_DIAN FAJAR ISMAWATI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Penyakit bronkhitis disebabkan oleh adanya infeksi virus dan bakteri
dalam pengobatanya maka digunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang
tidak tepat bisa mengakibatkan resistensi bakteri dan menurunya angka
keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan
mengidentifikasi bakteri dari sputum penderita bronkhitis serta mengetahui
tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik yang diresapkan dari BKPM
Purwokerto. Jenis penelitian ini observational descriptive dengan pendekatan
cross sectional. dan pengambilan sampelnya menggunakan metode accidental
sampling. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Identifikasi
bakteri menggunakan Vitek 2 sistem yang merupakan alat mikrobiologi secara
otomatis dapat mengidentifikasi bakteri dengan 47 uji biokimia yang mendasari
penentuan identifikasi bakteri dengan proses yang cepat dan probabilitas yang
tinggi. Hasil identifikasi bakteri adalah Enterobacter aerogenes, Aeromonas
salmonicida, Escherichia coli, Methylobacterium spp, Pseudomonas fluorescens,
Acinetobacter haemolyticus, Roseomonas gilardii, dan Klebsiella pneumonia.
Klebsiella pneumonia telah diketahui sebagai bakteri yang menyebabkan
bronkhitis. Hasil uji sensitivitas bakteri menggunakan metode Kirby dan Bauer
yang dibandingkan dengan The Clinical and Laboratory Standards Institute
(CLSI) kelompok Enterobacteriaceae. Kami menggunakan 3 jenis antibiotic yaitu
Sefiksim, Sefadroksil, dan Levofloksasin. Antibiotik Levofloksasin memberikan
hasil suspectible 28,57% terhadap bakteri A. salmonicida, P. fluorescens, A.
haemolyticus, dan R. Gilardii, memberikan hasil intermediate 42,85% terhadap
bakteri E. aerogenes, A. salmonicida,dan P. fluorescens. Memberikan hasil
resistance 28,57% terhadap bakteri E. coli, Methy. Spp, danK. pneumonia.Semua
bakteri yang telah teridentifikasi dari sputum menunjukan hasil 100% resistance
terhadap Sefiksim dan Sefadroksil. Antibiotik Levofloksasin menunjukan bahwa
memiliki potensi yang lebih baik untuk pengobatan bronkhitis.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Nunuk Aries Nurulita, M.Si.,Apt dan M. Ilham Aji Wibowo, MPH., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | bronkhitis, antibiotik, Sistem VITEK 2, uji resistensi |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 13 Mar 2017 05:15 |
| Last Modified: | 20 Sep 2024 02:29 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/967 |
