Vokalia, Fisi Haqi (2019) Penetapan Kadar Parasetamol Dan Ibuprofen Dalam Tablet Secara Simultan Dengan Metode Spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) Kombinasi Kemometrik. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Fisi Haqi Vokalia_JUDUL.pdf
Download (1MB)
Fisi Haqi Vokalia_BAB I.pdf
Download (569kB)
Fisi Haqi Vokalia_BAB II.pdf
Download (866kB)
Fisi Haqi Vokalia_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (644kB)
Fisi Haqi Vokalia_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Fisi Haqi Vokalia_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (552kB)
Fisi Haqi Vokalia_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (635kB)
Fisi Haqi Vokalia_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Parasetamol merupakan salah satu obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter, sehingga begitu populer dan sering digunakan sebagai analgesik dan antipiretik. Ibuprofen juga merupakan obat antipiretik kedua setelah parasetamol yang sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak-anak. Kini parasetamol dan ibuprofen telah tersedia di pasaran dalam bentuk sediaan kombinasi. Adanya peningkatan kebutuhan obat kombinasi maka diperlukan pengawasan mutu untuk mengetahui efektifitas dan keamanan obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar parasetamol dan ibuprofen dalam sediaan tablet secara simultan menggunakan metode spektrofotometri FTIR kombinasi kemometrik. Hasil yang diperoleh pada model kalibrasi PLS (Partial Least Square) yaitu nilai R2 dan RMSEC (Root Mean Square Error of Calibration) masing-masing 0,912 dan 8,526 untuk parasetamol, 0,989 dan 1,196 untuk ibuprofen. Hasil validasi silang model kalibrasi PLS dengan teknik leave-one-out yaitu nilai R2, RMSECV (Root Mean Square Error of Cross Validation), dan PRESS (Predicted Residual Error Sum of Squares) masing-masing 0,074; 27,779; dan 21675 untuk parasetamol, 0,913; 3,393; dan 349,57 untuk ibuprofen. Kadar yang diperoleh untuk sampel merek X, Y, dan Z masing-masing yaitu 104,918; 106,519; dan 88,96% untuk parasetamol, 100,204; 98,401; dan 101,127% untuk ibuprofen, dengan nilai RSD (Relative Standart Deviation) yang telah memenuhi persyaratan (<16%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini dapat menetapkan kadar parasetamol dan ibuprofen dalam tablet secara simultan, namun diperlukan validasi lebih lanjut untuk memperbaiki ketepatan metode.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Pri Iswati Utami, M.Si., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | Parasetamol Ibuprofen; Spektrofotometri FTIR ATR; Kemometrik; Partial Least Square |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Bandriyah . |
| Date Deposited: | 24 Sep 2019 01:39 |
| Last Modified: | 16 Jul 2025 03:15 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/9336 |
