AGUSTIN, FELIANA DWI (2019) IDENTIFIKASI CEMARAN MIKROBA PADA SEDIAAN OBAT SUSPENSI SETELAH PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- COVER.pdf

Download (1MB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB I.pdf

Download (630kB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB II.pdf

Download (909kB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (878kB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (623kB)
Text
FELIANA DWI AGUSTIN.- DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Masyarakat biasanya menyimpan obat sebagai persediaan di rumah tanpa
memperhatikan kondisi penyimpanan obat yang benar. Hal tersebut tentunya dapat
beresiko terhadap kontaminasi mikroba selama masa konsumsi. Kontaminasi
mikroba dalam sediaan farmasi terbukti dapat menimbulkan bahaya kesehatan yang
potensial bagi konsumen. Suspensi merupakan sediaan yang beresiko besar
terhadap kontaminasi mikroba selama konsumsi karena pada sediaan tersebut
terdapat pemanis dan memiliki kelembaban yang mendukung pertumbuhan
mikroba, oleh karena itu penting untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologi sediaan
suspensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi sediaan
suspensi setelah penggunaan dan penyimpanan. Menurut International
Pharmacopoeia edisi VII jumlah bakteri dan jamur pada produk nonsteril untuk
sediaan cair untuk penggunaan oral yaitu tidak boleh mengandung bakteri lebih dari
102 CFU/g atau CFU/mL dan tidak boleh mengandung jamur atau kapang lebih
dari 101 CFU/gr atau CFU/mL serta tidak boleh mengandung bakteri Escherichia
coli. Sebanyak 8 sampel suspensi kaolin dan pektin diteliti dari Apotek yang
berbeda diseluruh wilayah Kecamatan Kembaran. Identifikasi cemaran mikroba
diuji pada hari ke 21 dan 30 setelah obat digunakan. Pengukuran pertumbuhan
mikroorganisme diukur secara langsung berdasarkan konsentrasi sel (Jumlah sel
per satuan isi kultur) dengan metode pengukuran total plate count. Hampir semua
sampel terkontaminasi mikroba setelah 21 hari dan meningkat pada hari ke 30.
Semua sampel pada hari ke 30 menunjukan terdapat bakteri Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella sp., dan jamur
Candida albicans. Hasil uji friedman yang didapat nilai Asymp. Sig <0,05, maka
H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan rata rata jumlah koloni mikroba
pada hari ke 21 dan hari ke 30.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Dr. Retno Wahyuningrum, M.Si, Apt
Uncontrolled Keywords: Kontaminasi mikroba, Suspensi, Identifikasi, Konsumsi
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Users 28 not found.
Date Deposited: 14 Sep 2019 02:14
Last Modified: 15 May 2024 03:21
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/9247

Actions (login required)

View Item
View Item