MEYLIANI, RINA ROSISKA (2016) PROFIL PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA USAHA JAMU GENDONG DI WILAYAH PURWOKERTO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Download (953kB)
BAB I_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Download (625kB)
BAB II_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Download (637kB)
BAB III_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (627kB)
BAB IV_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (817kB)
BAB V_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (618kB)
DAFTAR PUSTAKA_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Download (684kB)
LAMPIRAN_RINA ROSISKA MEYLIANI_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Sebanyak 32,87% penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional.
Riskesdas tahun 2010 mencatat 59,12% penduduk Indonesia mengkonsumsi jamu,
55,3% mengkonsumsi jamu dalam bentuk cairan, 17,4% mengkonsumsi dan
membuat jamu. Belum tersedianya data yang menggambarkan penggunaan obat
tradisional pada usaha jamu gendong menjadi latar belakang dalam penelitian ini.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang bertujuan untuk
menggambarkan profil karakteristik produsen jamu gendong dan penggunaan obat
tradisional pada usaha jamu gendong. Data penelitian diperoleh melalui
wawancara bebas terpimpin. Proses pengambilan sampel menggunakan accidental
sampling dengan jumlah minimal sampel tidak ditentukan karena tidak
tersedianya data jumlah produsen jamu gendong di wilayah Purwokerto. Sampel
yang didapat sebanyak 41 produsen jamu gendong. Berdasarkan hasil penelitian,
produsen jamu gendong di wilayah Purwokerto paling banyak perempuan
(87,81%), berusia 46-65 tahun (60,98%), pendidikan terakhir lulus SD/sederajat
(58,54%), sumber ketrampilan meracik jamu diperoleh secara mandiri (56,10%).
Jamu segar yang banyak diproduksi oleh produsen jamu gendong di wilayah
Purwokerto adalah jamu kunyit asem (20%) dan jamu beras kencur (20%).
Tanaman yang banyak digunakan pada jenis jamu tersebut secara berturut-turut
yaitu kunyit (44,60%), asem jawa (44,60%), dan kencur (27,52%). Sebanyak
41,54% produsen jamu mengganggap jamu kunyit asem berkhasiat untuk
mengurangi rasa sakit dan keluhan haid, dan 43,48% mengganggap jamu beras
kencur berkhasiat untuk meringankan masuk angin. Produsen jamu gendong di
wilayah Purwokerto mengolah jamu kunyit asem dan jamu beras kencur dengan
cara memeras sari tanaman kemudian merebus sari hingga mendidih (100%).
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Agus Siswanto, M.Si., Apt., dan Githa Fungie Galistiani, M.Sc., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | obat tradisional, usaha jamu gendong, Purwokerto |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 28 Feb 2017 07:17 |
| Last Modified: | 11 Nov 2024 04:16 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/877 |
