KURNIAWAN, IQBAL (2018) FORMULASI DAN UJI TOKSISITAS SUBKRONIS DERMAL PADA SEDIAAN SABUN CAIR ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
COVER.pdf

Download (1MB)
Text
BAB I.pdf

Download (840kB)
Text
BAB II.pdf

Download (971kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (998kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (911kB)
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (711kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (940kB)
Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Sabun cair anti jerawat ekstrak etanol biji pepaya california (Carica papaya L.)
adalah sediaan kosmetika berbentuk cair dibuat dari bahan dasar sabun dengan
penambahan surfaktan, penstabil busa, pengawet, pewarna dan pewangi yang
diijinkan dan digunakan untuk membersikan wajah tanpa menimbulkan iritasi
pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan
konsentrasi HPMC pada uji sifat fisik (viskositas) dan untuk mengetahui efek
toksisitas subkronis dermal sediaan sabun cair wajah anti jerawat dari ekstrak
etanol biji pepaya california (Carica papaya L.). Variasi konsentrasi Hidroksi
Propil Metil Selulosa (HPMC) yang digunakan yaitu 0,5 g; 0,75 g; dan 1 g. uji
toksisitas subkronis dermal meliputi uji hematologi, uji biokimia darah, dan uji
histopalogi. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus jantan dan betina dengan berat
badan 200-300 g yang dibagi atas 3 kelompok perlakuan. Analisis data yang
digunakan yaitu uji friedman dengan post-hoc Wilcoxon dan uji kruskal wallis.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan konsentrasi HPMC pada
formula sabun cair wajah dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap nilai
viskositas (p<0,05). Hasil pengamatan berat badan menunjukan perbedaan
perlakuan dan waktu pemberiaan sediaan uji berpengaruh terhadap berat badan
tikus jantan maupun tikus betina (p<0,05). Uji hematologi pada tikus jantan yaitu
WBC (p=0,368); RBC (p=0,487); HGB (p=0,651); HCT (p=0,651) dan tikus
betina yaitu WBC (p=0,565); RBC (p=0,611); HGB (p=0,651); HCT (p=0,651),
nilai tersebut menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara WBC,
RBC, HGB, HCT dengan kelompok perlakuan hewan jantan maupun betina. Uji
biokimia pada tikus jantan yaitu ureum (p=0,651), kreatinin (p=0,165) dan tikus
betina yaitu ureum (p=0,867), kreatinin (p=0,102), nilai tersebut menunjukan
tidak ada perbedaan bermakna kadar ureum dan kadar kreatinin antar kelompok
perlakuan hewan jantan maupun betina. Uji histopatologi tidak menunjukan efek
toksisitas subkronis dermal.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Nunuk Aries Nurulita, M.Si., Apt dan Erza Genatrika, M.Sc., Apt.
Uncontrolled Keywords: biji pepaya, formulasi, viskositas, uji toksisitas subkronis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Users 144 not found.
Date Deposited: 01 Jul 2019 04:08
Last Modified: 31 Oct 2024 06:53
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8723

Actions (login required)

View Item
View Item