PAMBUDI, TEGAR ALAM (2018) GAMBARAN KLINIS KEMATIAN PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)DI RUMAH SAKIT KARESIDENAN BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Tegar Alam Pambudi COVER.pdf
Download (1MB)
Tegar Alam Pambudi BAB I.pdf
Download (836kB)
Tegar Alam Pambudi BAB II.pdf
Download (931kB)
Tegar Alam Pambudi BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (836kB)
Tegar Alam Pambudi BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (859kB)
Tegar Alam Pambudi BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (779kB)
Tegar Alam Pambudi DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (627kB)
Tegar Alam Pambudi LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Demam berdarah d engue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Demam berdarah dengue (DBD) ditandai oleh empat manifestasi klinis utama yaitu demam tinggi, fenomena hemoragik, sering dengan hepatomegali, dan pada kasus ber
at t anda-tanda kegagalan sirkulasi. Sampai saat ini infek
si v irus Dengue tetap m enja di masalah kesehatan di Indone
sia. Oleh karena itu diperlukan perhatian yang serius untuk menangani kasus ini karena DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian
Tujuan: Mengetahui bagaimana gambaran k linis kematian pasien demam berdarah dengue (DBD) di rumah sakit Karesidenan Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sampel dipilih dengan teknik total sampling sejumlah 33 rekam medis pasien DBD yang mengalami kematian. Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil: Karakteristik pasien DBD yang mengalami kematian paling banyak adalah anak-anak sebanyak 20 orang (60,6%).
Fase DBD paling banyak adalah fase febris dan fase kritis masing–masing sebanyak 13 orang (39,4%). Tanda–tanda vital sebagian besar mengalami hipotensi sebanyak 27 orang (81,4%), denyut nadi takikardi sebanyak 22 orang (66,7%), laju pernafasan cepat sebanyak 33 orang (100,0%), dan suhu tubuh hipertermi sebanyak 18 orang (54,5%). Nilai laboratorium jumlah trombosit terbanyak pada kategori rendah sebanyak 33 orang (100%), dan nilai hematrokit terbanyak pada kategori normal sebanyak 16 orang (48,5%). Syok terbany
ak dalam keadaan syok stadium 3 sebanyak 21 orang (63,6%).
Kesimpulan: Karakteristik pasien DBD yang mengalami kematian paling banyak adalah anak-anak. Fase DBD paling banyak adalah fa se febris dan fase kritis. Tanda–tanda vital sebagian besar mengalami hipotensi, denyut nadi takikardi, laju pernafasan cepat, suhu tubuh hipertermi. Nilai laboratorium jumlah trombosit terbanyak rendah. nilai hematrokit normal. Syok terbanyak dalam keadaan syok stadium 3.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | PEMBIMBING: Ns. Agus Santosa, S.Kep., M.Kep. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Gambaran klinis, kematian pasien, DBD |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan S1 |
| Depositing User: | Novia Marantika |
| Date Deposited: | 26 Dec 2018 06:37 |
| Last Modified: | 29 Nov 2024 03:27 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8323 |
