PRASETIYONINGRUM, DIANA BUDI (2013) COST EFFECTIVENESS ANALYSIS PENANGANAN OPERASI KATARAK SECARA RAWAT INAP DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO DAN SECARA RAWAT JALAN DI BALAI KESEHATAN MATA MASYARAKAT BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (598kB)
BAB II.pdf
Download (677kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (740kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (887kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (589kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (654kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang
: Di Indonesia, katarak merupakan penyebab kebutaan yang
paling besar (0,78%) dibandingkan dengan penyebab kebutaan yang lainnya.
Sampai saat ini katarak hanya dapat disembuhkan melalui jalan operasi. Operasi
katarak di BKMM Banyumas dan RSUD Prof. Dr. Margono dilakukan dengan
cara operasi yang sama, namun dengan perawatan pasien yang berbeda, sehingga
biaya yang dibutuhkan untuk operasi menjadi berbeda pula.
Tujuan Penelitian
: Menganalisis efektivitas biaya (
CEA
) operasi katarak di
BKMM
Banyumas dan operasi katarak di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metode Penelitian:
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik
dengan rancangan penelitian
cohort retrospektif,
dimana pengambilan datanya
dilakukan di rekam medik pasien RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan bagian
pemeriksaan BKMM Banyumas.
Hasil:
Pasien yang diteliti sebanyak 384 pasien, yakni 165 pasien berasal dari
BKMM Banyumas dan 219 pasien dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Seluruh pasien katarak dioperasi dengan metode EKEK (Ekstraksi Katarak Ekstra
Kapsuler).
Kelompok usia ≥ 70 tahun memiliki jumlah pasien paling bany
ak di
kedua tempat yakni 72 (43,6%) pasien di BKMM Banyumas dan 94 (42,9 %)
pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sebagian besar pasien katarak yang
diteliti memiliki mata pencaharian sebagai petani (40,6 %). Sebanyak 48,4 %
pasien katarak dioperasi pada stadium katarak matur dan 28,1% pada stadium
hipermatur/supermatur. Pada pemeriksaan 1-2 bulan terlihat hanya 16,4 % pasien
BKMM Banyumas dan 32% pasien RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo telah
mencapai kategori penglihatan baik. Rata-rata total biaya operasi katarak di
BKMM Banyumas adalah Rp 3.504.569,00 sedangkan di RSUD Prof. Dr.
Margono Soekarjo sebesar Rp 4.113.582,00.
K
esimpulan:
Berdasarkan perhitungan
ACER
, operasi katarak di RSUD Prof. Dr.
Margono lebih
cost effective
dibanding operasi katarak di BKMM Banyumas.
Nilai
ICER
antara RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan BKMM Banyumas
adalah Rp 3.900.039,00 per penambahan pasien.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Didik Setiawan, M.Sc., Apt. dan Drs.H. Moeslich Hasanmihardja, Apt |
| Uncontrolled Keywords: | Katarak, operasi katarak, cost effectiveness analysis , EKEK, |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Users 144 not found. |
| Date Deposited: | 04 Jan 2018 08:02 |
| Last Modified: | 09 Dec 2024 03:21 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6769 |
