LATIFAH, LATIFAH (2014) POTENSI CITRULLINE SEBAGAI AGEN KOKEMOTERAPI DOXORUBICIN PADA SEL KANKER PAYUDARA MCF-7: STUDI IN VITRO DAN IN SILICO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
LATIFAH COVER.pdf
File Pdf (1MB)
LATIFAH BAB I.pdf
File Pdf (628kB)
LATIFAH BAB II.pdf
File Pdf (842kB)
LATIFAH BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
LATIFAH BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
LATIFAH BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (675kB)
LATIFAH DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (692kB)
LATIFAH LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Doxorubicin adalah agen kemoterapi kanker payudara pilihan pertama yang masih banyak digunakan. Namun doxorubicin dapat menimbulkan efek toksik terhadap sel normal tubuh berupa kardiotoksis. Doxorubicin dapat menghambat endothelial Nitric Oxide Synthase (eNOS) yang menyebabkan produksi Nitric oxide (NO) berkurang. Sehingga terjadi vasokontriksi dan toksik pada jantung. Citrulline adalah asam amino non esensial yang merupakan hasil metabolisme arginine. Penambahan citrulline secara eksogen daengan bantuan L – arginosuccinate dapat mengubah citrulline menjadi arginine yang diindikasikan dapat memproduksi NO dengan bantuan NOS. Sehingga terjadi relaksasi otot polos.
Tujuan penelitian: Untuk menentukan potensi sitotoksik antara citrulline tunggal dan kombinasi yang dikombinasikan dengan doxorubicin terhadap sel kanker payudara MCF-7 serta mengetahui interaksi antara citrulline dengan arginase secara in silico.
Metode Penelitian: Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT. Konsentrasi larutan citrulline yang digunakan untuk sitotoksik tunggal adalah 5, 20, 25, 50, 75, 100 μM dan 25, 50, 100, 250, 500, 750, dan 1000 nM. Sedangkan konsentrasi kombinasi yang digunakan adalah 50, 100, 250, dan 500 nM untuk citrulline dan doxorubicin dengan masa inkubasi 24 jam. Pengamatan apoptosis dilakukan dengan metode double staining. Sedangkan uji docking dilakukan dengan metode PLANTS.
Hasil: IC50 citrulline dan doxorubicin masing – masing adalah 744.243 nM dan 2375.688 nM. Kombinasi doxorubicin dan citruline tidak menimbulkan efek sitotoksik. Uji apoptosis menunjukkan adanya induksi kematian sel secara apoptosis. Uji docking dilakukan dengan metode PLANTS dan diperoleh hasil berupa best score. Best score menyatakan energi interaksi. Energi interaksi protein arginase dengan ligan dan citrulline dengan masing-masing adalah -19,997 dan -17,5506.
Kesimpulan: Citrulline memiliki efek sitotoksik pada sel kanker payudara MCF-7 pada penggunaan tunggal namun tidak pada kombinasi. Ikatan citrulline dengan protein arginase tidak lebih kuat dibandingkan dengan ligannya.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Dr. Nunuk Aries Nurulita, M.Si.,Apt. dan Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | citrulline; arginase; sel MCF-7; docking; PLANTS; |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Riski Wismana |
| Date Deposited: | 08 Feb 2017 02:17 |
| Last Modified: | 04 Nov 2024 04:18 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/664 |
