ABDILLAH, MUHAMMAD GHUFRON (2016) PERIODE KRITIS TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BIMA (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PERSAINGAN GULMA. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Download (1MB)
BAB I_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Download (738kB)
BAB II_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Download (750kB)
BAB III_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (861kB)
BAB IV_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (790kB)
BAB V_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (727kB)
DAFTAR PUSTAKA_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Download (758kB)
LAMPIRAN_MUHAMMAD GHUFRON_AGROTEKNOLOGI'16.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Kehadiran gulma disepanjang siklus hidup tanaman budidaya tidak selalu
berpengaruh negatif. Periode hidup tanaman yang sangat peka terhadap kompetisi
gulma ini disebut periode kritis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan periode kritis bawang merah varietas Bima (Allium ascalonicum L.)
dalam kompetisi dengan gulma. Penelitian dilaksanakan di Desa Dukuhwaluh
Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, dari bulan Februari sampai Juni
2016.
Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang diteliti
adalah periode gulma yang terdiri dari 8 taraf perlakuan yaitu G0 : bergulma 0–60
hst, G1 : bebas gulma 0–20 hst, G2 : bebas gulma 0–20 hst dan 40–60 hst, G3 :
bebas gulma 40–60 hst, G4 : bebas gulma 20–40 hst, G5 : bebas gulma 0–40 hst,
G6 : bebas gulma 20–60 hst, dan G7 : bebas gulma 0–60 hst yang diulang
sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah panjang daun, jumlah daun, jumlah
umbi, berat segar umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, diameter
umbi, dan nilai jumlah dominansi gulma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi periode gulma
berpengaruh terhahst pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas Bima (Allium
ascalonicum L.). Periode kritis tanaman bawang merah terhadap kompetisi
dengan gulma terjadi pada 20–40 hst. Gulma yang dominan tumbuh di
pertanaman bawang merah selama penelitian yaitu Cyperus imbricatus, Cyperus
kyllingia, dan Cyperus rotundus. Penyiangan gulma pada bawang merah varietas
Bima akan efisien dilaksanakan umur 20–40 hst untuk mencegah kehilangan hasil.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Agus Mulyadi Purnawanto, SP., M.P dan Ir. Gayuh Prasetyo Budi, MP |
| Uncontrolled Keywords: | Bawang merah, Gulma, Periode kritis, Persaingan |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Perikanan > Agroteknologi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 13 Jan 2017 04:02 |
| Last Modified: | 13 May 2024 06:53 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/389 |
