Wahyuningsih, Tri (2016) Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Keberhasilan Aklimatisasi Embrio Somatik Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Secara Langsung. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Tri Wahyuningsih COVER.pdf
Download (2MB)
Tri Wahyuningsih BAB I.pdf
Download (685kB)
Tri Wahyuningsih BAB II.pdf
Download (1MB)
Tri Wahyuningsih BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (852kB)
Tri Wahyuningsih BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (749kB)
Tri Wahyuningsih BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (628kB)
Tri Wahyuningsih DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (661kB)
Tri Wahyuningsih LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (571kB)
Abstract
Embriogenesis somatik merupakan salah satu teknik kultur jaringan
untuk memperoleh bibit dalam jumlah banyak dan memiliki sifat genetik yang
sama dengan tanaman induk. Namun demikian, teknik embriogenesis somatik
yang dilakukan saat ini membutuhkan waktu yang lama pada lingkungan in vitro
(12 bulan) sehingga diperlukan alternatif untuk mempersingkat waktu kultur
dikondisi in vitro. Alternatif yang tersedia untuk mengatasi masalah tersebut
adalah dengan teknik aklimatisasi embrio somatik secara langsung (direct
sowing). Namun demikian, tingkat keberhasilan teknik tersebut untuk
mengaklimatisasikan embrio somatik kopi robusta secara langsung masih relatif
rendah. Salah satu cara yang diduga dapat digunakan untuk meningkatkan
keberhasilan teknik aklimatisasi secara langsung adalah dengan memelihara
embrio somatik pada lingkungan dengan intensitas cahaya yang tepat. Embrio
somatik fase awal kotiledon ditanam pada substrat tanam arang sekam : cocopeat
dengan perbandingan 1: 1 (v/v) yang telah dibasahi dengan medium dasar MS
(Murashige-Skoog, 1962) tanpa penambahan gula dan vitamin serta ditambahkan
ZPT M furfuryl amino purin dan M indole butyric acid (IBA). Kultur
dipelihara pada 5 lingkungan yang berbeda, yaitu di glass house (intensitas cahaya
3800 lux), di dalam ruang kultur dengan intensitas cahaya bervariasi 900, 1400,
1900 dan 2000 lux. Kultur dipelihara selama 8 minggu dengan penyiraman
dilakukan setiap 3 hari sekali menggunakan medium yang sama. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh secara nyata terhadap
keberhasilan aklimatisasi embrio somatik kopi robusta. Intensitas cahaya terbaik
yang dapat digunakan untuk aklimatisasi embryo somatik kopi secara langsung
adalah sebesar 900 lux. Pada lingkungan tersebut tingkat keberhasilan aklimatisasi
mencapai sekitar 40 % dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 2 mm dan jumlah
daun sekitar 2 – 3 helai setelah 8 minggu kultur. Aklimatisasi embrio somatik
tidak dapat dilakukan secara langsung di dalam glass house dengan intensitas
cahaya tinggi maupun pada lingkungan dengan intensitas cahaya di atas 900 lux.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Additional Information: | Pembimbing: Sisunandar, Ph.D dan Drs. Arief Husin, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | direct sowing, embriogenesis somatik, intensitas cahaya, kopi robusta |
| Subjects: | Q Science > QK Botany |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 27 Dec 2016 02:52 |
| Last Modified: | 17 Jul 2025 02:37 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/283 |
