PRIANA, YOGI (2014) ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS DI RUANG BOUGENVILLE RSUD BANYUMAS. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
YOGI PRIANA COVER.pdf

File Pdf (1MB)
Text
YOGI PRIANA BAB I.pdf

File Pdf (665kB)
Text
YOGI PRIANA BAB II.pdf

File Pdf (717kB)
Text
YOGI PRIANA BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (758kB)
Text
YOGI PRIANA BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (676kB)
Text
YOGI PRIANA BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (580kB)
Text
YOGI PRIANA DAFTAR PUSTAKA.pdf

File Pdf (629kB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Cronic
Obstruktive Pulmonary Disease (COPD)merupakan suatu istilah yang sering
digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan
ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran
patofisiologi utamanya. Ketiga penyakit yang membentuk satu kesatuan yang
dikenal dengan COPD adalah asma bronchial, bronchitis kronik dan empysema
paru-paru. Sering juga penyaki-penyakit ini disebut dengan Cronic Obstruktive
Lung Disease (COLD) pada tahun 2004 menunjukan PPOK menempati urutan
pertama penyumbang angka kesakitan (35%), di ikuti asma bronchial (33%),
kanker paru (30%), dan lainnya (2%). 70% - 80% pencemaran udara berasal dari
gas buang kendaraan bermotor, sedangkan pencemaran udara akibat industry 20-
30%.Dari data rekam medik yang diperoleh di ruangan bougenvile, RSUD
Banyumas pada kasus PPOK pada tahun 2014 selama 2 bulan terakhir dari bulan
maret sampai dengan bulan juni jumlah pasien yang menderita penyakit paru
obstruktif kronik sebanyak orang 39 pasien, 4 meninggal.
Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan menggunakan
pendekatan laporan kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan dengan
tekhnik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi
dokumentasi.Pengumpulan data dilakukan selama 2 hari, kemudian dilakukan
pengelolaan kasus yang ada.
Hasil:Sesuai prioritas masalah keperawatan yang ditemukan adalah
ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi jalan nafas.
Gejala yang ditemukan adalah pasien tampak sesak, EKG sinus tackikardi, RR
36x/menit. Hal ini membuktikan adanya kesenjangan antara kasus dan studi
literatur.Ini dapat terjadi karena tanda dan gejala yang berbeda pada masingmasing
kasus penyakit paru obstruksi kronik yang ditemukan di lapangan.
Kesimpulan: Masalah keperawatan utama pada kasus ini ketidakefektifan
bersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi jalan nafas. Berdasarkan
rencana tindakan yang dilakukan, masalah tersebut dapat teratasi sebagian dari
tujuan dan kriteria hasil yang direncanakan.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (D3)
Catatan Mahasiswa ke Admin: Pembimbing: 1.Ns.Endiyono, S.Kep,M.Kep 2.Ns. Sri Suparti, S.Kep., M.Kep
Uncontrolled Keywords: penyakit paru obstruksi kronik, ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi jalan nafas.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan
Depositing User: Yuni Sri Subkhaini
Date Deposited: 14 Jul 2017 07:14
Last Modified: 11 Dec 2024 08:05
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/2702

Actions (login required)

View Item
View Item