KUNTARI, RISKAH TIYAN (2014) UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK ANTING-ANTING (Acalypha indica Linn.) SEBAGAI ANTIFUNGAL TERHADAP KAPANG Rhizoctonia Solani Khun. PENYEBAB PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sp) SECARA IN-VITRO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
COVER_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Download (2MB)
BAB I_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Download (706kB)
BAB II_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Download (885kB)
BAB III_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Restricted to Registered users only
Download (838kB)
BAB IV_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Restricted to Registered users only
Download (618kB)
DAFTAR PUSTAKA_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Download (728kB)
LAMPIRAN_RISKAH TIYAN KUNTASARI_BIOLOGI'14.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Beras merupakan sumber makanan pokok utama bangsa indonesia dan dunia.
Namun Di indonesia produktivitas padi penghasil beras menurun sejak tahun
2013. Salah satu penyebab turunnya produktivitas padi dikarenakan serangan
hama dan penyakit. Hama dan penyakit merupakan organisme yang menggunakan
nutrisi dari tanaman inang untuk kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah
adalah serangan kapangRhizoctonia solani Khun. yang menyababkan Hawar
pelepah pada tanaman padi. Kehilangan hasil padi dibeberapa negara besar akibat
R.solani mencapai 25-35 %, sedangkan diindonesia mencapai 20 %. Strategi yang
selama ini dilakukan petani adalah dengan menggunakan fungisida. Namun
dampak penggunaan fungisida yang berlebihan akan menyebabkan kematian
organisme nontarget seperti dapat menghambat perkembangan hifa dan kolonisasi
fungi mikoriza arbuskula (FMA). Salah satu bahan alami yang digunakan sebagai
antifungal adalah anting-anting (Acalypha indica L). Dibutuhkan alternatif
fungisida dari bahan alami untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak anting-anting sebagai fungisida
nabati di bandingkan dengan fungisida Fulicur 430Sc terhadap KapangR.solani.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2013 – April 2014 di
Laboratorium Mikrobiologi dan Biologi farmasi Fakultas Farmasi Universitas
Muhammadiyah Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), konsentrasi ekstrak yang
digunakan adalah 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dan Kontrol (+) Fungisida
fulicur 430 Sc dengan tiga kali ulangan. Data berupa luas zona hambat pada
masing-masing konsentrasi. Data dianalisis menggunakan varian (ANAVA)
dengan uji F pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analsiis statistik menunjukan
bahwa ekstrak daun anting-anting konsentrasi 40% tidak berbeda bermakna
dengan konsentrasi Fulicur 430Sc (0,1 %). Nilai daya hambat pada konsentrasi
40% yaitu 0,3297sedangkan konsentrasi fungisida fulicur 430 Sc adalah 0,4605.
Hasil penelitian diatas membuktikan ekstrak daun anting-anting memiliki potensi
untuk dijadikan sebagai fungisida nabati. namun dari segi ekonomi ekstrak antinganting
kurang layak untuk di uji lapang jika dibandingkan fungisida fulicur 430
Sc.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Additional Information: | Pembimbing: Drs. Arief Husin, M. Si. Dan Drs. Heri Maryanto, M. Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Acalypha indica L, daya hambat, ekstrak, Rhizoctonia solani Khun. |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi S1 |
| Depositing User: | Iin Hayuningtyas |
| Date Deposited: | 12 Jul 2017 00:43 |
| Last Modified: | 31 Oct 2024 03:10 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/2572 |
