HIDAYAH, NOOR FATIH (2016) KONTRIBUSI APOTEKER DALAM MENANGANI KEJADIAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
COVER_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf

Download (813kB)
Text
BAB I_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf

Download (681kB)
Text
BAB II_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf

Download (826kB)
Text
BAB III_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (695kB)
Text
BAB IV_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
Text
BAB V_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (623kB)
Text
Dapus Noor Fatih H.pdf

Download (2MB)
Text
LAMPIRAN_NOOR FATIH HIDAYAH_FARMASI'16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Hipertensi/tekanan darah tinggi merupakan penyakit peringkat ke-3
penyebab kematian di Indonesia. Identifikasi DRPs pada pengobatan penting
dalam rangka mengurangi morbiditas, mortalitas dan biaya terapi obat. Hal ini
akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas terapi obat terutama pada
penyakit-penyakit yang sifatnya kronis, progresif dan membutuhkan pengobatan
sepanjang hidup seperti hipertensi. Pemberian intervensi oleh apoteker dapat
menurunkan DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan
intervensi terhadap permasalahan yang terkait dengan pengobatan pada pasien
hipertensi rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini bersifat
observasional dengan rancangan analisis deskriptif dan pendekatan waktu
prospektif pada pasien hipertensi rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Dari 62 pasien yang masuk dalam populasi penelitian, terdapat 67 kasus DRPs
pada 40 pasien. Masalah DRPs: efek terapi yang tidak optimal 14,9%; efek yang
tidak diinginkan dari terapi 1,49%; indikasi yang tidak ditangani 22,4%; reaksi
yang tidak dinginkan (non alergi) 61,19%. Penyebab DRPs: obat yang tidak tepat
1,5%; Kombinasi yang tidak pantas atau adanya interaksi obat dengan makanan
58,8%; indikasi baru bagi terapi obat muncul 20,8%; regimen dosis tidak cukup
2,8%; waktu penggunaan atau interval dosis yang tidak tepat 1,5%; obat yang
dikonsumsi kurang 11,8% dan penyebab lain 2,8%. Intervensi apoteker terhadap
DRPs: mengajukan perlakuan yang diperbolehkan oleh dokter 5,9%; mengajukan
perlakuan perlakuan yang tidak diperbolehkan oleh dokter 32,8%; obat diganti
dengan 1,5%; dosis diganti menjadi 2,9%; obat dihentikan 2,9%; obat baru mulai
diberikan 31,3%; perlakuan lain (spesifik) 86,5%. Hasil intervensi apoteker
terhadap DRPs: hasil dari perlakuan tidak diketahui 26,86%; seluruh masalah
terselesaikan 38,8%; sebagian masalah terselesaikan 1,5%; masalah tidak
terselesaikan, karena pasien tidak kooperatif 1,5%; masalah tidak terselesaikan,
karena dokter tidak kooperatif 31,34%. Kontribusi apoteker dalam menangani
DRPs dengan hasil intervensi dengan hasil intervensi tertinggi yaitu seluruh
masalah terselesaikan dengan persentase 38,8%.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Kontribusi Apoteker, Drug Related Problems (DRPs), Hipertensi, Intervensi, Hasil Intervensi
Uncontrolled Keywords: Kontribusi Apoteker, Drug Related Problems (DRPs), Hipertensi, Intervensi, Hasil Intervensi
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 07 Jul 2017 03:35
Last Modified: 27 Nov 2025 07:31
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/2400

Actions (login required)

View Item
View Item